UMKM Surabaya Ditantang Mampu Ekspansi Usaha

 

UMKM Surabaya Ditantang Mampu Ekspansi Usaha

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kini menjadi salah satu ujung tombak perekonomian. Tak terkecuali di Surabaya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan, jumlah UMKM telah mencapai ribuan.

“Jumlah UMKM sekarang banyak sekali, kurang lebih 1.500 kelompok. Kalau anggotanya antara 15.000 sampai 20.000 orang,” ujarnya usai menjadi pembicara di GAPURA: Small Medium Business Go Digital With Google, di hotel JW Marriott, Minggu (27/4/2014).

Jumlah sebanyak itu, kata Risma, terdiri dari 1.500 kelompok yang masing-masing memiliki  5 sampai 10 orang anggota per kelompok.

Pemerintah Kota Surabaya memberi kemudahan perizinan hak paten bagi mereka. Risma mengungkapkan, seluruh izin tersebut diberikan secara cuma-cuma. Meski, ribuan UMKM itu harus diberi pelatihan mengenai packaging dan pemasaran produk terlebih dulu.

Selain itu, kontribusi UMKM tak bisa diremehkan lagi. “Kontribusinya UMKM itu besar sekali. Pendapatan daerah kita 2 persen itu dari UMKM. Dari angka 2 persen itu, 95 persennya dari usaha kecil. Tapi sekarang sudah bergeser menjadi usaha menengah,” jelas Risma. Industri kreatif mendominasi UMKM.

Meski berjuluk UMKM, usaha warga tersebut sudah mulai melakukan ekspor. “Banyak sekarag yang mulai ekspor, kirim keluar daerah atau keluar pulau. Meskipun memang ndak banyak,” tuturnya. Namun Risma menegaskan, ekspor bukanlah tujuan utama dari pemkot.

Menurutnya, ekspor tidak menjadi target utama pemkot terhadap UMKM-UMKM itu karena pasti berat. “Yang penting jangan sampai pasar lokal diambil orang lain. Kalau kita sudah bisa kuasai pasar lokal, saya pikir kita baru nggak butuh ekspor,” tandasnya.

Risma lantas mengungkapkan beberapa tantangan bagi UMKM di Kota Pahlawan. Yakni tantangan ekspansi usaha seiring bertambahnya pesanan yang berdatangan. “Pertama, kita kan jadi susah pesan karena mereka kesulitan memenuhi pemesanan yang jumlahnya makin besar. Lalu, mereka masih sulit mengajarkan ke orang lain,” urainya.

Mendidik karyawan baru, sambung Risma, penting agar UMKM dapat melakukan ekspansi usaha. Dengan begitu, mereka bisa menambah kapasitas pemesanan. “Ya, memang ada yang bisa, ada yang belum. Padahal ini sudah waktunya mereka untuk mengembangkan usaha,” tambahnya.

Soal pemasaran, perempuan yang dinobatkan menjadi Wali Kota Terbaik bulan Februari 2014 versi Citymayors.com itu, tak jadi soal. Sebab, sesama UMKM telah saling bertukar informasi dan kiat. Bahkan, produk-produk UMKM Surabaya telah mulai merambah ke pertokoan.

“Kalau mau tahu, itu di beberapa mall tertentu banyak yang produknya dijual di situ. Ya, memang kita yang memasukkan ke sana, karena kita juga bantu memasarkan ke sana,” pungkasnya. (wh)