UMG Resmikan Living Laboratory Maritime Pertama di Indonesia

UMG Resmikan Living Laboratory Maritime Pertama di Indonesia

foto:umg

Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) meresmikan Living Laboratory Maritime di Dermaga Pesona Pakelingan Jumat (18/6/2021). Peresmian dihadiri Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Gresik Choirul Anam, Humas PT Petrokimia Awang Djohar Bachtiar, Kasatpolair Gresik AKP Poerlaksono, dan warga sekitar beserta mahasiswa UMG.

Dengan adanya Living Laboratory Maritime tersebut, UMG mengajak warga sekitar pantai untuk saling bersinergi mewujudkan SDM yang tinggi terutama dalam bidang maritim dengan produksi kapal sendiri, restorasi kapal, dan menjaga lingkungan sekitar pantai sehingga memiliki nilai guna tinggi

“Kita mengajak warga, mahasiswa, dan tenaga ahli terutama dalam produksi kapal fiber, di mana warga mendapatkan pelatihan magang. Sedangkan mahasiswa menerapkan ilmu yang didapat dari kampus,” terang Ali Yusa ST MT, dosen Teknik Konstruksi Perkapalan UMG.

Dalam soft launching Living Laboratory Maritime pertama di Indonesia ini ditandai dengan dimulai produksi kapal fiber dengan ukuran 7 x 2,8 meter.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Gresik Choirul Anam memberikan apresiasi positif buat UMG. “ Ini merupakan peran penting dalam menjalankan program Pemerintahan Kabupaten Gresik, khususnya visi misi Nawa Karsa yang keempat,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Humas PT Petrokimia Awang Djohar Bachtiar. Diakuinya PT Petrokimia sebagai BUMN Menyambut baik UMG untuk mengembangkan pengetahuan mahasiswa dan menggandeng nelayan.

“Harapannya dengan pelatihan ini bisa menaikkan taraf hidup masyarakat, karena dg keahlian bisa meningkatkan kapabilitasnya dan bisa lebih berkreasi dan meningkatkan keahliannya sebagai pionir di wilayah pesisir,” terang dia.

Ke depannya UMG bersama PT Petrokimia berencana membangun bengkel apung (floating dock), sehingga akan menjadi pusat pembangunan kapal kecil yang memiliki standar ketat mengenai bahan dan kualitas hasil produksi

Peletakan keel laying (lunas kapal) ini merupakan giat pertama dari kehadiran Living Laboratory Maritime di Indonesia dan mensinergikan BUMN , masyarakat, dan pemerintah membangun laboratorium untuk masyarakat sebagai pusat pelatihan, pengembangan dan menyelesaikan persoalan kawasan pesisir lumpur yang kumuh untuk menjadi kawasan lebih baik. (wh)