Uleg Rujak Bersama, Tamu Kehormatan Mancanegara Mengaku Tak Latihan

 

Ribuan Warga Banjiri Festival Rujak Uleg

Kemeriahan Festival Rujak Uleg 2014 ternyata tak hanya dinikmati oleh warga Surabaya. Peserta dari mancanegara yang tinggal di kota Pahlawan pun turut meramaikan festival yang diikuti sekitar 1.500 peserta itu. Digelar di jalan Kembang Jepun, Minggu (18/5/2014), puluhan tamu kehormatan dari konsulat jenderal dan mahasiswa asing diundang pemerintah kota Surabaya.

Salah satu peserta berkewarganegaraan Jerman mengaku baru pertama kali mengikuti Festival Rujak Uleg tahun ini. Pria paruh baya asal kota Berlin itu menyatakan antusias mengikuti acara meramu makanan tradisional Surabaya itu bersama-sama. “Ya, ini pertama kalinya saya ikutan. Saya suka acaranya, ada musik dan pakaiannya harus unik,” ujarnya sambil asyik mengikuti lagu dangdut. Ia menambahkan, tak tahu seperti apa rasanya rujak uleg dan tak melakukan latihan apapun untuk menguleg.

Wolfgang, seperti beberapa peserta bule lainnya, juga terlihat menikmati alunan musik dangdut yang dimainkan oleh pengisi acara di panggung. Ia dan tamu kehormatan lainnya dari perwakilan konjen Jerman lalu berjoget, mengikuti lagu dangdut Oplosan. Mengenakan pakaian tradisional khas negeri Bavaria, ia bergoyang sambil diiringi gelak tawa lainnya.

Lain lagi dengan Theresa Hlohovska. Mahasiswa asing jurusan Bahasa Indonesia di Universitas Airlangga itu lebih sibuk mempersiapkan diri sebelum menguleg rujak dibandingkan berjoget. “Saya diajak ikut acara ini oleh teman-teman di kampus,” ujarnya singkat. Wajah Theresa tampak merah karena tersengat cuaca terik Surabaya.

Festival Rujak Uleg digelar rutin dalam rangka memperingati memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-721. Acara tersebut diikuti 250 tim dengan sekitar 1.500 orang peserta. Pukul 14.00, warga dipersilakan menikmati rujak uleg buatan 250 tim secara gratis usai menjalani serangkaian penilaian oleh juri.(wh)