UK Petra Ajari Anak-Anak Dolly Konten Sejarah Bangsa

UK Petra Ajari Anak-Anak Dolly Konten Sejarah Bangsa

Mahasiswa UK Petra menggelar service learning di eks Lokalisasi, Kamis (1/12/2016). Foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Sedikitnya 170 mahasiswa yang terbagi dalam 34 kelompok peserta mata kuliah Sejarah Budaya Indonesia Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya mengadakan Program Service Learning kepada anak-anak usai Sekolah Dasar (SD) di eks lokalisasi Dolly, Kamis (1/12/2016).

Kegiatan bertajuk Kisah yang (Hampir) Terlupakan (Sebuah Perancangan Media Komunikasi Visual Cerita Rakyat Surabaya Berbasis Service Learning Mata Kuliah Sejarah Budaya Indonesia) dijadwalkan berakhir pada 4 Desember 2016, diharapkan menjadi langkah awal para mahasiswa memahami produk konten sejarah bangsa.

Program Service Learning ini sendiri digelar di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) RW 10 dan RW 11 juga di balai RW 3 itu berada tidak jauh dari kawasan Jl. Putat Jaya, Surabaya.

“Kegiatan ini dukungan bagi program Pemkot Surabaya dan Dinas Sosial dalam rangka memberdayakan masyarakat dibekas lokalisasi. Paramahasiswa diharapkan mampu merancang dan menyajikan konten sejarah budaya,” kata Aniendya Christianna, S.Sn., M. Med. Kom., dosen pengampu mata kuliah Sejarah Budaya Indonesia UK Petra Surabaya.

Konten sejarah yang dimaksud, lanjut Aniendya dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk sebagai sarana komunikasi visual sekaligus juga mampu menemukan permasalahan-permasalahan dalam masyarakat kemudian mengajukan alternatif solusinya.

Lebih kurang 17 cerita rakyat yang dibagikan di Taman Bacaan tersebut. Berbentuk komik, cerita bergambar atau wayang. Dan dari ke 17 buku cerita yang dibagikan itu, diantaranya adalah cerita tentang asal-usul nama Surabaya, Sarip Tambak Oso, Sawunggaling versi Wiyung, Sawunggaling versi Lidah Wetan.