Ujian Sekolah Jatim, Soal Difabel Dibuat Berbeda

Ujian Sekolah Jatim, Soal Difabel Dibuat Berbeda

 

Jelang pelaksanaan Ujian Sekolah (US) tahun ini, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim membuat terobosan baru. Bagi penyandang difabel seperti penyandang tunanetra dan tunarungu soalnya akan dibuat berbeda dari tahun lalu.

Kepala Dispendik Jatim Harun mengatakan, khusus untuk soal ujian sekolah bagi para difabel jenis ula atau tunanetra, soal akan menggunakan soal braille. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, banyak protes yang muncul karena soal yang terlalu panjang sehingga menyulitkan bagi siswa dari pendidikan luar biasa.

“Kini kami berencana menggunakan soal secara pendek saja agar tidak menyulitkan peserta,” ujar Harun, Selasa (4/3/2014).

Dengan demikian, sambung dia, angka kelulusan dari sekolah SLB dapat meningkat dan siswa tidak mengalami kesulitaan teknis. “Memang ada keluhan soal terlalu panjang pada tahun lalu, dan diusahakan tahun ini tidak berbelit-belit dengan soal cerita,” sambungnya.

Tidak hanya itu, tahun ini Harun memastikan bahwa untuk Jawa Timur akan dilengkapi dengan soal ‘awas’. Soal awas ini difungsikan sebagai pendamping soal braille yang dibuat khusus bagi difabel ula. Langkah antisipasi ini diambil lantaran dimungkinkan pengawas ujian tidak memiliki kapasitas untuk membaca huruf braille. Sehingga jika ada siswa yang menanyakan tentang soal maka pengawas ujian sekolah dapat ikut menjelaskan dengan bantuan soal ‘awas’.

“Belajar dari tahun lalu siswa ada kendala kejelasan soal, sewaktu ditanyakan ke pengawas tidak bisa menjelaskan, tidak ingin kejadian itu terulang Jatim memastikan akan ada soal awas bagi tunanetra,” urai Harun.

Dengan mulai dibuatnya soal ujian sekolah ini, imbuh dia, diharapkan pelaksanaan ujian sekolah pada 19 Mei mendatang akan berjalan lancar dan sukses. 

Dia melanjutkan, 114 guru dari SD maupun MI bergabung untuk menyusun naskah soal Ujian Sekolah (US) yang dipusatkan di Batu Malang. Sejumlah guru tersebut merupakan gabungan guru yang berasal dari 38 kabupaten/ kota. Perumusan soal itu dilakukan berdasarkan peraturan baru yang mulai tahun ini bahwa soal untuk US SD/MI akan dibuat sebanyak 75 persen di propinsi dan 25 persen langsung dibuat oleh panitia pusat.(wh)