Ubaya Datangkan Tokoh Politik agar Mahasiswa Tak Golput

Ubaya Datangkan Tokoh Politik agar Mahasiswa Tak Golput

 

Jelang pemilihan umum, Universitas Surabaya (Ubaya) rajin mendatangkan tokoh-tokoh politik ternama. Kali ini, Ubaya menjamu rombongan Ketua DPP dan kader PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo. Tak ketinggalan Whisnu Sakti Buana dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Sabtu (1/3/2014).

“Salah satu golput tertinggi adalah mahasiswa. Acara ini diadakan supaya golput berkurang.” kata Rektor Ubaya, Profesor Joniarto Parung usai kuliah tamu.

Kuliah tamu bertajuk Memperkokoh Kebhinnekatunggalikaan Indonesia: Dari Primordial ke Sipil-Politik itu, kata Joniarto, bukan yang pertama kali. “Sebelumnya, kami juga mengundang Aburizal Bakrie, Dahlan Iskan, sekarang Megawati. Ke depan mungkin kami datangkan Prabowo,” sebutnya.

Pembelajaran politik bagi mahasiswa menjadi tujuan penyelenggaraan kuliah tamu tersebut. Dengan begitu, mahasiswa tahu masih banyak calon legislatif yang punya pemikiran bagus. “Banyak yang pemikirannya bagus, Ini mereka kan jadi tahu, sehingga golputnya berkurang,” tuturnya.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri pun menghimbau agar masyarakat tidak golput. “Tapi saya tidak minta untuk pilih saya atau Jokowi atau Risma, lo. Tapi apakah ini demokratis atau digunakan untuk kekuasaan,” ungkapnya. Lembaga sandi negara, ujar Mega, harus berfungsi untuk mengawasi pemilu.

Upaya Ubaya mendatangkan Megawati dan Jokowi dipandang sejalan dengan visi kampus tersebut sebagai kampus multi culture. “Sehingga yang kita undang para tokoh yang konsisten dengan multiculture. Makanya kita mengundang yang terkait masalah kebangsaan, keIndonesiaan, dan kebhinekatunggalikaan,” imbuh Joniarto.

Antusiasme para mahasiswa terlihat dari sesaknya aula gedung perpustakaan kampus kawasan Surabaya Selatan itu. Lebih dari 600 mahasiswa memadati ruangan, mendengarkan kuliah Megawati dan Jokowi sekitar 2 jam.(wh)