Ubah Pola Lama, Pelindo III Bangun Gudang Modern Berbasis IT

Ubah Pola Lama, Pelindo III Bangun Gudang Modern Berbasis IT
Gudang Jamrud Selatan yang pengerjaan sudah hampir selesai sehingga target akhir tahun penyelesaian bisa tercapai.

Ada yang baru dan beda di Pelabuhan Tanjung Perak, kini di terminal Jamrud telah berdiri bangunan biru yang mirip ‘Hanggar’ pesawat terbang. Bangunan itu adalah Gudang Modern yang berlokasi di eks. Gudang 125 ini, didirikan untuk mempercepat proses Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Perak. Rencananya akan dilengkapi denganStorage Management System, yakni sebuah sistem penataan barang di dalam gudang yang berbasis Teknologi Informasi (IT).

’’Pembangunan gudang tersebut utamanya untuk melebarkan apron (jarak dari bibir dermaga ke gudang-red), yang semula berjarak 13 meter kini menjadi 20 meter sehingga memudahkan jalannya proses bongkar muat barang di pelabuhan,’’ kata  Manajer Pelayanan Terminal Jamrud PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak, Edwardnul Djohar. Selain itu, tambah Pria yang akrab dipanggil Ferry ini, pelebaran tersebut akan memberikan tambahan ruang bagi alat-alat berat untuk melakukan aktifitas bongkar muat. ’’Alat bongkar muat jadi lebih mudah ber-manuver,’’ imbuhnya.

Hal yang sama juga dilakukan dengan gudang di Terminal Jamrud Utara, yaitu eks. Gudang 101, yang saat ini dalam tahap pembongkaran. Rencananya gudang 101 yang semula mempunyai jarak apron (jarak dari bibir dermaga ke gudang-red) terlalu menjorok yakni hanya 15 meter, rencananya akan diperlebar dengan jarak apronnya menjadi hingga 40 meter. Hal ini akan menambah ruang untuk alat bongkar muat agar lebih leluasa.

“Alat bongkar muat seperti Harbour Mobile Crane (HMC) yang membutuhkan space cukup luas tidak mengalami kendala ruang lagi, dan proses bongkar muat mejadi lebih mudah dan cepat,’’ terangnya.

Perlu diketahui Gudang di Jamrud Selatan ini mempunyai luas ± 4.935 rencananya akan digunakan untuk penumpukan barang-barang General Cargo domestik. Sedangkan, luas gudang di  Jamrud Utara mencapai ± 4.920 mdan nantinya akan diperuntukkan untuk barang-barang khusus general cargo internasional. Kedua gudang tersebut ditargetkan masing-masing selesai akhir tahun 2015.

Menurut Manajer Pelayanan Terminal Jamrud, Edwardnul Djohar menyampaikan bahwa fasillitas gudang baru nantinya dilengkapi dengan sistem informasi untuk proses penerimaan, penumpukan dan pengeluaran, atau dalam istilahnya “Storage Management System” sebagai kontrol pengawasan dan pengendalian barang, dimana para pemilik barang harus terlebih dahulu mengajukan permohonan penumpukan barang ke Pelindo III, nantinya melalui perencanaan aplikasi Storage Management System pihak Pelindo III akan memberikan nomor slot gudang kepada pemilik barang, sehingga semua barang yang ada di gudang akan tertata dan terpola. Sebelumnya, proses penumpukan proses penumpukan barang masih berdasarkan realisasi dimana ada tempat kosong dan dirasa layak di situ barang dapat disimpan

’’Kini kita ingin mengubah pola tersebut, kita ingin menata semua barang yang akan disimpan di gudang secara sistematis, tentunya melalui storage managemen system ini diharapkan pihak Pelindo III maupun pemilik barang dapat lebih mudah melakukan pengontrolan dan pengawasan terhadap barang-barang yang tersimpan di gudang”, ujar Pria berkacamata ini.

Kahumas Pelindo III Tanjung Perak, Oscar Yogi Yustiano menyampaikan untuk General Cargo tahun 2015 meningkat 20% dibanding tahun 2014, yakni 3.226.328 Ton/M3 sampai dengan triwulan tiga 2015 dan 2.699.136 Ton/M3 di tahun 2014 pada periode yang sama.

’’Diharapkan keberadaan Gudang Modern tersebut dapat mendukung mempercepat bongkar muat general cargo di Pelabuhan Tanjung Perak sehingga dapat mengurangi biaya logistik,’’ jelasnya. (wh)