Ubah Kehidupan Ekonomi Warga Rungkut

Ubah Kehidupan Ekonomi Warga Rungkut

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengunjungi stan dalamroad show Pahalawan Ekonomi di Rungkut Asrti, Rabu (16/6/2016) arya wiraraja/enciety.co

Acara Roadshow Pahlawan Ekonomi (PE) 2015 di Rungkut Asri Barat, disambut antusias oleh warga. Ratusan warga tidak sabar ingin melihat secara langsung dan merasakan manfaat PE ini sendiri.

Erna Sulistyowati, ketua panitia pelaksana acara Roadshow Pahlawan Ekonomi 2015 mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya.

“Teman-teman yang aktif di PE merasa senang ketika mendengar ada kegiatan Roadshow Pahlawan Ekonomi 2015,” kata Erna Sulistyowati kepada enciety.co, Rabu (17/6/2015).

Menurutnya, untuk mempersiapkan acara tersebut pihaknya dengan suka rela membantu mendirikan panggung dan tenda. “Sudah beberapa hari ini mereka (masyarakat red) membantu mengatur tata letak stan-stan yang nantinya menjadi ruang pamer teman-teman itu,” jelas Erna bersemangat.

Dirinya menambahkan bahwa seluruh warga Rungkut menjadi bersemangat ketika mengetahui bahwa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, akan datang dalam acara tersebut.

Selain itu, dirinya mengaku pelatihan yang digagas oleh Pemerintah Kota Surabaya ini banyak mengubah hidup orang- orang yang ada di lingkungan tempat tinggalnya.

Ia mengutip sambutan yang disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. “Jangan takut menjadi seorang entrepreneur. Dengan 3,5 juta populasi penduduk Kota Surabaya, pasti produk kreatif kita akan menghasilkan keuntungan karena dibeli oleh masyarakat,” sambungnya.

Diceritakannya, setelah dirinya aktif sebagai anggota PE, dapat membantu keluarga dalam hal pemasukan ekonomi. “Saya berhasil membuktikan kepada suami, selain bisa melakukan pekerjaan di rumah saya juga mampu membantunya untuk menafkahi keluarga,” jelasnya, bangga.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan dari hasil mengembangkan produk kreatifnya berupa makanan ringan dan sayur-sayuran organik, Erna mengaku dapat mengantongi penghasilan sebesar ratusan ribu rupiah tiap bulannya. “Saya bersyukur, dengan begitu saya dapat membatu suami untuk memberi uang saku buat anak saya,” tuturnya. (wh)