Uang Nasabah Hilang, Bank Mandiri: Ada Sindikat yang Incar Bank

September, Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Capai Rp 88,6 T

PT Bank Mandiri Tbk mengaku bahwa kasus yang menimpa dua orang nasabah cabang Bengkulu disebabkan oleh sindikat yang memang mengincar bank-bank yang memiliki transaksi tinggi. Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, Banknya telah melakukan penelusuran terhadap kasus yang menimpa dua orang nasabah di Bengkulu tersebut. Hasilnya, fraud yang terjadi dilakukan oleh sindikat. “Kerja sindikat itu menyebar virus ke personal computer nasabah. Jadi sistem perbankan tidak terkena,” tuturnya, Rabu (12/8/2015).

Sindikat tersebut memang menyasar ke bank-bank yang mempunyai volume transaksi internet banking tinggi. Melalui virus tersebut, nasabah diarahkan sindikat tersebut untuk melakukan transaksi yang bisa membuat sindikat membobol rekening nasabah.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas telah menjelaskan perseroan telah menerima pengaduan dari salah satu nasabah tersebut yaitu Firdaus atas transaksi transfer sebesar Rp 49.157.889. “Kami telah melakukan penelusuran atas pengaduan tersebut. Dari hal itu, kami mendapati Bapak Firdaus terindikasi menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dengan mencuri data-data nasabah melalui virus yang disebarkan ke komputer milik yang bersangkutan,” tutur Rohannya.

Untuk menindaklanjuti kasus pembobolan melalui virus tersebut, Bank Mandiri telah melaporkannya kepada OJK sebagai bentuk tanggung jawab dalam merespons keluhan nasabah atau masyarakat.
“Kami bersimpati atas musibah yang dialami Bapak Firdaus, namun kami menyayangkan nasabah memberikan informasi yang tidak benar mengenai saldo Rp 100 triliun dan hal ini dapat mengakibatkan konsekuensi hukum,” jelas Rohan.

Bank Mandiri pun menyampaikan kepada masyarakat agar mewaspadai jika ada permintaan-permintaan mencurigakan seperti sinkronisasi token. Masyarakat tidak perlu mengikuti perintah tersebut. (lp6)