Twitter Lebih Efektif Jaring Elektabilitas ketimbang Facebook

twitter-vs-fbSitus jejaring sosial Twitter rupanya lebih efektif dalam meningkatkan elektabilitas partai politik atau kandidat tertentu. Situs blog mini itu dianggap lebih egaliter daripada Facebook.

“Pesan dari kicauan pemilik akun itu lebih kuat pengaruhnya. Karena sifat Twitter yang juga lebih lugas dengan keterbatasan pada 160 karakter. Beda dengan Facebook yang satu postingannya bisa panjang,” ujar Peneliti Katapedia Deddy Rahman di Jakarta, Senin (2/12/2013).

Selain itu, kata dia, Twitter semakin mudah diakses oleh masyarakat Indonesia terutama bagi masyarakat kalangan bawah bahkan yang ada di pedesaan.

Twitter lebih mudah diakses oleh masyarakat daripada Facebook bahkan dengan perangkat murah Rp300 ribuan sekalipun. Saya pikir juga perkembangan pengguna Twitter semakin meningkat berbeda dengan Facebook,” kata dia.

Untuk itu, Deddy menyarankan bagi partai politik dan politisi harus lebih mendayagunakan Twitter demi kepentingan politik mereka. Terlebih mendekati pemungutan suara dalam Pemilu 2014.

“Kita tentu banyak berkaca bagaimana Twitter sebanding dengan kesuksesan politik. Lihatlah popularitas Jokowi di Twitter yang tinggi saat itu akhirnya mampu membawanya menang dalam Pilkada DKI Jakarta. Belum lagi studi kasus  dari kisah sukses Alex Noerdin di Sumatera Selatan dan Soekarwo di Jawa Timur,” kata dia.

Memang diakuinya jika Twitter penggunanya lebih sedikit daripada facebook. Tetapi aplikasi jejaring sosial tersebut justru menghasilkan efek politik yang lebih besar.

Menurut data dari Webershandwick, perusahaan Public Relations dan pemberi layanan jasa komunikasi, setidaknya ada 65 juta pengguna Facebook aktif di Indonesia.

Sementara itu, pengguna Twitter di Indonesia, berdasarkan data PT Bakrie Telecom, tercatat 19,5 juta dari total 500 juta pengguna global.(ant/wh)