Twitter Berburu CEO Baru

Twitter Berburu CEO Baru
foto: qzprod.wp

Pasca  mundurnya Dick Costolo sebagai CEO pada Juli lalu,  Twitter kini berburu CEO baru.  Pendiri Twitter Jack Dorsey,  yang  untuk sementara turun gunung, saat ini tengah mencari pengganti permanen.

Langkah tersebut selaras dengan dengan optimisme dan antusiasme investor yang luar biasa, dan saham Twitter naik hampir 6 persen segera setelah pengumuman tersebut. Saat itu, Dorsey dan Costolo, menyatakan keyakinannya mengenai arah perusahaan dan mengatakan, dewan perusahaan tidak sedang melakukan perubahan besar. Namun, selama 3 bulan terakhir, saham Twitter turun 22 persen. Hal tersebut kemudian diperparah oleh beberapa eksekutif perusahaan yang berhenti.

Menurut laporan di Bloomberg, sejak Twitter sedang menuju IPO, dewan perusahaan di Twitter bertemu pada hari Kamis dan berencana untuk membahas hasil dari pencariannya sejauh ini. Hal tersebut diungkapkan orang-orang yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena proses tersebut bersifat rahasia.

Maka, investor pun mulai tidak sabar terhadap direksi untuk membuat keputusan, atau setidaknya memberikan laporan perkembangan terperinci tentang proses tersebut, kata Colin Sebastian, seorang analis di Robert W Baird & Co. “Perusahaan, karyawan dan tentu pemegang saham, berada dalam ketidakpastian,” kata Sebastian.

Laporan itu menambahkan, “Spencer Stuart telah menjangkau sejumlah pemimpin potensial, termasuk mantan eksekutif Cisco Systems Inc, Padmasree Warrior, dan mantan petinggi CBS Interaktive Inc, Jim Lanzone, menurut orang-orang yang paham persoalan ini. Beberapa yang dihubungi tidak berpikir bahwa mereka dipertimbangkan serius sebagai calon, mengingat posisi Dorsey, kata orang-orang itu.”

Jika Padmasree Warrior mengambil alih posisi CEO Twitter, Twitter menjadi satu lagi perusahaan teknologi terkemuka yang dipimpin oleh orang India. Saat ini, Microsoft, Google, Adobe, dan beberapa perusahaan teknologi lainnya dipimpin oleh orang India. (lp6)