Turun, Bank Danamon Cetak Laba Rp 2,6 Triliun

bank danamon 2

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 2,6 triliun, turun 35,64 persen dibandingkan periode sama pada 2013 yang mencapai Rp 4,04 triliun. Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit dan dana pihak ketiga (DPK) dapat tumbuh sekitar 15 persen.
Direktur Utama Bank Danamon Henry Ho mengatakan, pertumbuhan kredit industri perbankan tahun lalu melambat dan suku bunga juga naik. Hal itu dinilai sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih lamban, harga minyak dan komoditas yang menurun, pengurangan subsidi kepada bahan bakar minyak (BBM) tahun lalu, serta kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) atau BI Rate.
Sementara perseroan, jelas Direktur Keuangan Bank Danamon Vera Eve Lim, banyak melakukan restrukturisasi pada 2014. Restrukturisasi itu, memerlukan biaya sebesar Rp 306 miiar. Menurut dia, dampak kenaikan BI Rate yang dimulai sejak Mei 2013 hingga akhir tahun lalu juga mendorong kenaikan beban bunga secara drastis. “Sampai akhir tahun lalu kami membukukan laba bersih sebesar Rp 2,60 triliun. Jumlah tersebut turun, tetapi sebenarnya kami masih memiliki penambahan laba Rp 724 miliar dari komisi asuransi. Hanya saat sampai akhir tahun lalu belum dapat kami bukukan, namun sudah menjadi hak kami,” ujar dia dalam acara Paparan Kinerja Kuartal IV-2014 di Jakarta.
Terkait restrukturisasi, tutur Vera, perseroan akan tetap melakukan transformasi sampai tahun 2016. Hal itu dilakukan guna meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan produktivitas, sehingga membuat Bank Danamon mampu bersaing lebih baik lagi di industri perbankan nasional. “Misalnya itu, melalui perubahan model bisnis mikro. Tahun ini kami akan melakukan pilot project peluncuran mobil mikro sekitar 15 unit di Pulau Jawa,” ungkap dia.
Sampai Desember 2014, kredit usaha mikro perseroan melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) sekitar Rp 19 triliun. Sedangkan jumlah kredit untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Rp 20 triliun, segmen komersial Rp 15 triliun, dan segmen korporasi Rp 17,5 triliun. Pembiayaan perdagangan (trade finance) Bank Danamon tercatat tumbuh 26 persen dibandingkam periode sama pada 2013 yang mencapai Rp 24,8 triliun. “Penyaluran kredit kami tahun lalu mencapai Rp 139,06 triliun, tumbuh 2,72 persen dibandingkan periode sama pada 2013 yang mencapai Rp 135,38 triliun. Secara total, kredit UMKM kami berkontribusi sebesar 28 persen dari seluruh kredit perseroan. Tahun ini perseroan menargetkan, kredit UMKM tumbuh 18 persen dan trade finance 20 persen,” ungkapnya. (bst)