Turki Resmi Blokir Twitter

Turki Resmi Blokir Twitter

 

Pengguna Twitter di Turki melaporkan bahwa situs media sosial itu telah diblokir di negara itu. Sejumlah pengguna yang hendak membuka situs twitter.com dialihkan ke sebuah laman berisi pernyataan oleh regulator telekomunikasi Turki.

Laman itu menyatakan bahwa pengadilan memerintahkan diberlakukannya “upaya-upaya perlindungan” atas situs tersebut.

Hal ini terjadi setelah Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan menegaskan akan “menghapus Twitter” menyusul Klik dugaan korupsi oleh orang-orang di lingkaran dekatnya.

Wartawan BBC James Reynolds di Istanbul melaporkan bahwa ia tidak bisa mengakses Twitter. “Saya tidak peduli apa yang dikatakan oleh komunitas internasional. Semua orang akan melihat kekuasaan Republik Turki,” kata Erdogan beberapa waktu lalu.

Ia berbicara setelah sejumlah pengguna mempublikasikan dokumen yang melaporkan bukti-bukti korupsi terkait dengan sang perdana menteri, klaim yang telah ia bantah.

Kantornya mengatakan bahwa Twitter tidak merespon Klik perintah pengadilan Turki untuk menghapus beberapa tautan, dan memaksa Ankara untuk bertindak.

Sejauh ini pihak Twitter belum beraksi atau mengomentari terkait isu pemblokiran tersebut. Sebagai catatan, pada 2010, negara itu mencabut Klik blokir atas YouTube.

Dengan demikian bertambah satu negara lagi yang melarang penduduknya menggunakan jejaring sosial Twitter. Setelah beberapa waktu lalu Iran, Mesir, Syria dan Korea Utara melarang penduduknya menggunakan Twitter.

Perlu diketahui, pada saat ini Turki memiliki puluhan juta pengguna aktif Twitter sehingga termasuk sebagai salah satu dari 10 negara dengan pengguna Twitter terbanyak didunia. (bbc/bh)