Tujuh Bulan, RSUD Dr Soetomo Operasi 5 Kembar Siam

Tujuh Bulan, RSUD Dr Soetomo Rawat 5 Kembar Siam
bayi aldi dan aldo, salah satu kembar siam yang ditangani RSUD Dr Soetomo.avit hidayat/enciety.co

Angka kembar siam di Jawa Timur terus melonjak. Pasalnya sejak Januari hingga pertengahan Agustus saja, RSUD Dr Soetomo telah merawat 5 pasang kembar siam dari berbagai daerah.

Ketua Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu (PPKST) RSUD Dr Soetomo, dr Agus Harianto mengakui kejadian ini sebagai siklus. “Saya belum tahu secara pasti. Tapi dari berbagai kasus dan pengalaman yang kami tangani ini semacam siklus,” ujarnya kepada enciety.co, Kamis (21/8/2014).

Menurut Agus, siklus terjadinya secara beruntun terjadi setiap lima tahun sekali. “Sejak Januari hingga Agustus ini kami menangani 5 kasus. Di antaranya asal Banyuwangi yakni Nurul dan Rahma, Jember yakni Sahrini dan Sahrina, Ponorogo yakni Aldi dan Aldo, Bangkalan sudah meninggal, dan Madiun yang masih dalam kandungan,” bebernya.

Ini lanjut Agus, menjadi daftar panjang banyaknya angka kembar siam yang ditangani oleh RSUD Dr Soetomo Surabaya. Pasalnya, dari catatan Agus, sejak 1975 hingga Agustus 2014 telah terjadi 65 kasus kembar siam.

“Sebanyak 75 persen kasus kembar siam kami temukan terjadi di daerah Mataraman, khususnya Madiun, Kediri, Ponorogo, Nganjuk, Jombang, dan Tulungagung,” imbuhnya.

Pihaknya juga tidak bisa memastikan secara medis terkait siklus lima tahunan yang didominasi berasal dari daerah Mataraman tersebut. “Secara medis kami belum mengetahuinya. Tapi saya kira faktor terjadinya dempet terjadi lantaran orang tua bayi mempunyai bakat melahirkan bayi kembar.

Terkait terjadinya dempet, Agus mengaku bisa karena banyak faktor yang mempengaruhi. Mulai dari tingkat kesehjateraan, kesehatan, dan lain sebagainya.

“Kalau sel telur dan sperma telah menjadi kromosom, sebelum menjadi embrio mereka harus lepas dan tidak menyatu,” jabarnya.

Namun Agus mengatakan bahwa embrio yang harusnya memisah menjadi dua janin tetap saling menempel. “Kalau dalam waktu tujuh hari, embrio belum memisah maka akan terjadi kembar siam sesuai daerah tubuh mana yang saling menempel,” tambahnya.

Sementara ini, untuk menangani 65 kasus tersebut, RSUD Dr Soetomo telah menjamin seluruh biaya perawatan dan pengobatan seluruh bayi. Termasuk biaya orang tua yang merawat anaknya di rumah sakit. “Karena biayanya cukup mahal kami juga membuka layanan donasi bagi pengobatan dan keluarga kembar siam,” ujarnya. (wh)