Tugas Akhir S1, Skripsi Jadi Pilihan Bukan Kewajiban

Respek Kepemimpinan Risma, Mahasiswa Unibraw Belajar ke Surabaya
Respek Kepemimpinan Risma, Mahasiswa Unibraw Belajar ke Surabaya

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan pembuatan skripsi ke depannya hanya akan menjadi sebuah pilihan persyaratan dalam menyelesaikan studi strata satu. Tujuannya, untuk mengatasi kecurangan yang sampai saat ini menjadi masalah di perguruan tinggi (PT) dalam pembuatan tugas akhir ini.

Menurut Nasir, kebijakan skripsi yang tidak dijadikan sebuah kewajiban telah ada dalam peraturan menteri tahun 2000 dimana mengenai kebijakan ini hanya dijadikan pilihan. Namun, sejauh ini baru Universitas Indonesia (UI) yang menerapkannya sebagai opsional atau pilihan PT.

“Sebetulnya hanya sebuah opsional atau pilihan bukan kewajiban menyelesaikan studi strata satu,” kata Nasir ketika melakukan konferensi pers seputar ijazah palsu, di Jalan Widya Chandra 4, Jakarta.

Nasir menjelaskan, skripsi menjadi opsional atau pilihan karena tidak ada persyaratan mewajibkan strata satu menulis. Namun semua kembali kepada kebijakan perguruan tinggi masing-masing. Untuk PT yang tidak menerapkannya sebagai standar kelulusan, Nasir mengatakan, dapat diganti dengan tugas praktik atau penulisan lain yang bobotnya sesuai. “Tugas ini bersifat opsional, tergantung kebijakan perguruan tinggi,” ujarnya. (bst)