Truk Bertonase Abaikan Larangan Dishub Jatim

Truk Bertonase Abaikan Larangan Dishub Jatim
foto: umar alif/enciety.co

Imbauan dan larangan yang diberlakukan oleh pemerintah kepada truk-truk yang bertonase besar agar tidak beroperasi di jalan raya pada H-5 hingga H+7 Lebaran belum diindahkan.

Seperti yang terpantau oleh enciety.co di kawasan Benowo hingga Sukomanunggal, Surabaya ini. Puluhan truk besar masih bebas berkeliaran membawakan muatannya walau yang diperbolehkan hanyalah angkutan membawa bahan sembako, gas elpiji, dan susu serta bahan bakar minyak (BBM).

“Masih banyak truk besar yang berseliweran di jalan. Mungkin mereka mengejar setoran walau ada larangan,” kata Imam, salah satu pengendara motor, Senin (13/7/2015).

Dengan masih beroperasinya truk bertonase besar ini, arus kota Surabaya masih nampak padat dipenuhi kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim, Wahid Wahyudi mengatakan kendaraan besar dilarang melintas pada12 Juli hingga 21 Juli 2015. Sebab, jalan raya hanya diprioritaskan untuk para pemudik dari berbagai kota.

“Surat larangan terkait itu sudah kami sosialisaikan. Surat itu sudah kami edarkan ke seluruh organda kendaraan berat agar tidak beroperasi pada waktu yang sudah kami tentukan,” ujanya.

Menurut dia, bila dalam hari yang sudah ditentukan tersebut masih ada truk besar yang nekat melintas, pihaknya akan menindak tegas. Sebab, peraturan ini sudah disosialisaikan sejak jauh hari.

Larangan tersebut berlaku untuk seluruh truk berat pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, truk gandeng, serta kendaraan kontainer, dan pengangkut barang dengan sumbu lebih dari dua, dilarang beroperasi

“Selama tak mendapat izin dari kami, mereka akan ditindak. Kami akan lihat kelayakan jalan hingga uji KIR mereka,” papar dia. (wh)