Triwulan IV/2018, Produksi Manufaktur Mikro dan Kecil Tumbuh Negatif

Triwulan IV/2018, Produksi Manufaktur Mikro dan Kecil Tumbuh Negatif

Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur pada triwulan IV tahun 2018 (q to q) mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) sebesar -5,44 persen.

“Produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur pada triwulan IV tahun 2018 (q to q) mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif). Jika dibandingkan dengan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan III tahun 2018 mengalami pertumbuhan sebesar -1,93 persen,” kupas Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono, Jumat (1/2/2019).

“Maka dari itu, pertumbuhan produksi industri manufaktur IMK triwulan IV tahun 2018 lebih rendah 3,51 persen poin,” tegasnya menambahkan.

Jika dibandingkan dengan produksi  industri manufaktur mikro dan kecil Nasional pada triwulan IV tahun 2018. Angkanya mengalami pertumbuhan sebesar 1,24 persen, maka pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil Jawa Timur pada triwulan IV tahun 2018 lebih rendah sebesar 6,68 persen poin.

Untuk produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur pada triwulan IV tahun 2018 (y on y) mengalami pertumbuhan sebesar 4,11 persen.

Kata dia, produksi industri manufaktur besar dan sedang di Jawa Timur pada triwulan IV tahun 2018 (q to q) mengalami pertumbuhan sebesar 0,56 persen. Jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III tahun 2018 yang mengalamai pertumbuhan mencapai 10,91 persen, maka pertumbuhan pada triwulan IV lebih rendah 10,35 persen poin.

Demikian juga jika pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang di Jawa Timur pada triwulan IV tahun 2018 dibandingkan dengan pertumbuhan produksi tingkat nasional yang mengalami pertumbuhan sebesar 0,90 persen, maka pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang di Jawa Timur pada triwulan IV lebih rendah 0,34 persen poin.

“Lantas, untuk produksi industri manufaktur besar dan sedang di Jawa Timur pada triwulan IV tahun 2018 (y on y) mengalami pertumbuhan sebesar 7,19 persen,” tandas Teguh. (wh)