Triwulan II-2015, Ekonomi Jatim Lampaui Nasional

Triwulan II-2015, Ekonomi Jatim Lampaui Nasional
foto: enciety/co

Ekonomi Jawa Timur triwulan II-2015 dibandingkan triwulan II-2014 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,25 persen atau melampaui pertumbuhan nasional yang hanya 4,67 persen. Selain itu pertumbuhan perekonomian Jawa Timur juga di atas pertumbuhan DKI Jakarta yang sebesar 5,15 persen, Sumatera Utara 5,11 persen, Jawa Barat 4,88 persen dan Jawa Tengah 4,84 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur, M Sairi Hasbullah, saat Pers conference di kantornya Jl Kendangsari Industri, Surabaya, Rabu (5/8/2015), menyatakan, meskipun melambat bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,60 persen pertumbuhan perekonomian Jawa Timur dibilang cukup baik. Bahkan  dibanding provinsi lain di Indonesia.

Dikatakan Sairi, kondisi itu membuktikan bahwa Jawa Timur mampu menjadi provinsi yang tidak terlalu terdampak oleh perlambatan ekonomi nasional maupun dunia. Padahal, krisis ekonomi yang terjadi di Eropa Selatan dan di Yunani ikut memperberat ekonomi Indonesia tetapi Jawa Timur pertumbuhannya cukup baik.

Dicontohkan Sairi, Produk Domistik Bruto (PDB) global seperti Amerika Serikat saat ini turun dari 2,9 persen menjadi 2,3 persen (triwulan II 2015 dibandingkan triwulan I 2015/q to q). Situasi tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi permintaan barang ekspor dari Indonesia. Singapura pertumbuhannya juga turun dari 2,1 persen menjadi 1,2 persen dan Inggris pertumbuhannya dibawah 3 persen.

Ada dua lokomotif Produk Domistik regional Bruto (PDRB) Jawa Timur yang saat ini didominasi oleh industri pengolahan dan perdagangan. , Dari angka pertumbuhan ekonomi 5,25 persen maka 1,56 persen dikontribusi oleh industri pengolahan. Kemudian, sebanyak 1,18 persen diperoleh dari sektor perdagangan.

Dari sisi produksi, hampir semua lapangan usaha tumbuh positif kecuali Kategori Pengadaan Listrik, Gas dan Produksi Es yang mengalami kontraksi 0,56 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 7,38 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor antar wilayah atau perdagangan antardaerah sebesar 34,97 persen, sedangkan terendah komponen iventori sebesar -33,90 persen.

Sementara ekonomi Jawa Timur triwulan II-2015 mengalami pertumbuhan 2,83 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan ini terutama didukung oleh hampir semua lapangan usaha tumbuh positif. Kecuali pertumbuhan Lapangan usaha Jasa Keuangan mengalami kontraksi sebesar 1,00 persen dan kategori real estate sebesar 0,34 persen.

Perekonomian Jawa Timur triwulan II-2015 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 418,17 triliun sedangkan nasional Rp 2.866,9 triliun sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 329,65 triliun nasional Rp 2.239,3 trilun . Sebuah pertumbuhan yang cukup baik dan diperkirakan pertumbuhan Jawa Timur sampai dengan akhir 2015 bisa mencapai  Rp 1.600 triliun. (wh)