Triwulan I-2016, Industri Besar Sedang Jatim Tumbuh 0,81 Persen

Triwulan I-2016, Industri Besar Sedang Jatim Tumbuh 0,81 Persen

foto: jurnalpubliknews.com

Produksi industri manufaktur besar dan sedang di Jawa Timur pada triwulan I tahun 2016 secara (y on y) tumbuh sebesar 0,81 persen dibandingkan dengan pertumbuhan produksi pada triwulan yang sama tahun 2015.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Teguh Pramono, saat di kantornya Jl Rungkut Industri Surabaya, Jumat (10/6/2016), mengatakan kondisi tersebut diatas menunjukan industri manufaktur besar sedang Jawa Timur  pada awal 2016 tetap tumbuh dengan baik

Kategori industri manufaktur besar dan sedang yang mengalami pertumbuhan produksi lebih dari 5 persen adalah, Industri Tekstil naik sebesar 5,56 persen disusul Industri minuman naik sebesar 6,26 persen. Kemudian industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki naik cukup signifikan sebesar 8,41 persen, Industri furnitur naik sebesar 10,31 persen Industri makanan naik sebesar 12,54 persen,  industri mesin dan perlengkapan YTDL naik sebesar 21,30 persen

Sedangkan kategori industri yang mengalami pertumbuhan negatif atau kontraksi produksi lebih dari 5 persen adalah industri pakaian jadi turun sebesar 15,54 persen. Industri percetakan dan reproduksi media rekaman turun sebesar 9,33 persen, industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer turun sebesar 6,08 persen. dan industri alat angkut lainnya turun sebesar 5,09 persen

Sementara pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang nasional pada triwulan I tahun 2016 (y on y) juga tumbuh sebesar 4,08 persen, Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan produksi JawaTimur (y on y) masih lebih rendah 3,26 persen poin dibandingkan industri manufaktur besar sedang,

Sedangkan produksi industri manufaktur skala besar dan sedang di Jawa Timur pada triwulan I tahun 2016 dibanding Produksi triwulan IV tahun 2015 ( q to q) mengalami pertumbuhan negatif atau kontraksi sebesar 1,89 persen. Kategori industri manufaktur besar dan sedang yang mengalami pertumbuhan produksi lebih dari 5 persen antara lain, industri mesin dan perlengkapan naik sebesar 6,06 persen. Industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer naik sebesar 8,07 persen.

Kategori industri manufaktur besar dan sedang yang mengalami kontraksi produksi lebih dari 5 persen antara lain, industri minuman turun sebesar 4,07 persen. Kemudian industri percetakan dan reproduksi media rekaman turun sebesar 7,74 persen. Industri Pakaian jadi turun sebesar 8,96 persen.

Jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan IV tahun 2015 yang juga mengalami kontraksi sebesar 1,99 persen, maka pertumbuhan industri manufaktur besar sedang pada triwulan I ini lebih tinggi 0,1 persen poin.

Demikian pula jika petumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan I tahun 2016 di Jawa Timur dibandingkan dengan tingkat nasional yang mengalami kontraksi sebesar 1,41 persen, maka pertumbuhan produksi industri di Jawa Timur pada triwulan I lebih rendah 0,48 persen poin. (wh)