Tristan Alif jadi Rebutan Ajax dan Feyenoord

tristan alif

Bocah ajaib Indonesia, Tristan Alif Naufal mengharumkan Merah Putih di negeri orang. Bocah yang dijuluki “Messi Indonesia” ini dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) pada Ajax Academy Summer Camp 2014. Bocah berusia 10 tahun ini mengalahkan 250 anak dari 20 negara yang ikut di ajang ini. Tristan Alif pun mengikuti jejak bintang besar Belanda macam Patrick Kluivert, Klaas-Jan Huntelaar, dan Robin van Persie yang besar dari turnamen untuk anak usia 8-16 tahun ini.

Gara-gara bakat besarnya pula, dua klub papan atas Belanda Ajax dan Feyenoord Rotterdam kepincut untuk meminangnya. Ajax sempat nekat dengan membiarkan Alif berlatih di akademi mereka hanya saja hal ini tercium oleh FIFA. Akhirnya, Ajax mencari cara agar Tristan bisa tetap berlatih di Belanda tanpa terbentur regulasi FIFA terkait Pemain Muda Non Uni Eropa.

Jalan keluar pun didapat, Tristan Alif akan berlatih di tim amatir yang berafiliasi dengan Ajax. Namun, belum juga rencana itu berjalan pihak Feyenoord menghubungi keluarga Alif. Klub berjuluk “De Trots van Zuid” juga tertarik kepada Alif. Jalan tengah pun didapat, Tristan Alif berlatih dengan Feyenoord setelah berkomunikasi dengan Ajax. “Saat itu baru seminggu berlatih bersama Ajax U-12, Ajax dapat surat dari KNVB (federasi sepak bola Belanda) dari UEFA dan FIFA. Isinya bertanya status Alif di tim ini,” ujar Ivan Trianto, ayah Alif. “Saat mau dilempar ke klub amatir, pihak Feyenoord kontak saya. Akhirnya Ajax dan Feyenoord cari jalan keluar terbaik dan diputuskan Alif berlatih di Feyenoord, yang tidak banyak kena sorotan FIFA. Alif bukan hanya latihan di Feyenoord, tapi juga ikut turnamen tidak resmi,” ia menambahkan.

Terkait status Tristan Alif, Ivan mengaku belum ada yang diputuskan. Meski begitu, ia mengungkapkan Alif lebih cenderung memilih Ajax ketimbang Feyenoord, klub yang jadi tempatnya berlatih pada September 2014 lalu. “Kalau soal kemampuan Alif, pihak Ajax sudah tahu. Jadi, tidak perlu ada trial lagi, tapi kami harus punya izin tinggal lebih dahulu di sana,” ia menuturkan. (lp6)