Tri Rismaharini, Wali Kota Terbaik Dunia

Tri Rismaharini, Wali Kota Terbaik Dunia

 

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, memperoleh predikat wali kota terbaik sedunia bulan Februari 2014 versi www.citymayors.com. Penghargaan ini menambah deretan 51 penghargaan yang diraih kota Surabaya pada masa kepemimpinannya.

Sejak tahun 2011, Tri Rismaharini merupakan wali kota kedua asal Indonesia yang meraih predikat City Mayors of the Month itu. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, meraihnya di bulan Februari tahun 2013. Namun, itu pada saat ia masih menjabat wali kota Solo.

Berdasarkan hasil penilaian website City Mayors tersebut, Tann vom Hove memaparkan beberapa pendapatnya. Risma dianggap sebagai pemimpin yang berhasil menarik perhatian nasional dan internasional dalam mempromosikan kebijakan sosial, ekonomi, dan lingkungan di kota kedua terbesar di Indonesia.

“Ketika Tri Rismaharini pertama kali terpilih wali kota tahun 2010, Surabaya—meskipun kaya dalam sejarah—adalah sebuah kota yang diabaikan oleh pemerintah berturut-turut,” tulis vom Hove.

Kembali pada sejarah masa lampau, Pelabuhan Surabaya disebut sebagai yang paling banyak diperebutkan; oleh Belanda, Jepang, dan Inggris. Salah satu prioritas pertama Risma di kantor adalah membujuk pemerintah Indonesia untuk terus maju dengan proyek pengembangan pelabuhan Tanjung Perak yang sempat ditahan selama dua dekade. Sejak saat itu, pelabuhan Surabaya telah mengalami peningkatan 200 persen per – lalu lintas. Kini, Surabaya bersiap untuk peresmian pelabuhan lainnya, yakni Teluk Lamong.

Sebelum menjadi perempuan nomor satu di Surabaya, Tri Rismaharini berperan aktif meremajakan taman kota saat menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Ia juga disebut, telah mengubah banyak lahan terlantar menjadi ruang hijau. Padahal dulunya, Surabaya ditulis oleh penulis Belanda sebagai ‘kota yang kotor penuh dengan tuntutan dan keserakahan’. Kini, vom Hove menilainya sebagai Kota Sejuta Taman.

Sekarang ada 11 taman besar di Surabaya, semua dengan tema yang berbeda. Ada taman seperti Friendship Park (Taman Persahabatan), Expression Park (Taman Ekspresi), Skating dan BMX Park (Taman Skate dan BMX), AchievementPark (Taman Prestasi), dan Flora Park (Taman Flora). “Banyak taman juga menyediakan akses Wi-Fi, termasuk perpustakaan, kebugaran dan fasilitas olahraga lainnya,” tulisnya. Surabaya juga telah memperbesar ruang terbuka lainnya seperti pemakaman, sehingga dapat berfungsi sebagai ruang resapan air. Tak seperti Jakarta, Surabaya tidak punya banjir serius selama tiga tahun. Caranya ialah dengan menambah jalur hijau di sepanjang jalan utama dan menciptakan hutan kota.

Agenda hijau ini memperoleh dukungan dari seluruh stakeholder kota, termasuk sektor swasta, sekolah, dan universitas, serta yang terutama ialah masyarakat. Kampanye Satu Jiwa, Satu Pohon mendorong penanaman 5.000 pohon oleh warga dan melestarikan hutan bakau di sepanjang pantai. “Risma mendorong dan mengajar masyarakat untuk menghasilkan produk berbasis bakau, seperti batik bakau (batik Mangrove, Red), sirup dan produk makanan bakau lainnya,” ujar vom Hove.

Tri Rismaharini sering berbicara tentang perlunya untuk memerintah tidak hanya untuk orang-orang, tetapi juga dengan orang-orang. “Sebuah kota harus pertama dan menjadi rumah bagi warganya,” kutip vom Hove, menirukan perkataan Risma. Dia belajar dari pengalaman kota-kota yang tumbuh cepat di Asia dan Eropa bahwa perkembangan baru yang besar dapat menjauhkan antar warganya. Oleh karena itu, Risma tertarik untuk mencocokkan perkembangan yang dibangun dengan program-program sosial.

Lokalisasi di beberapa daerah kota itu diubah menjadi taman kanak-kanak dan pompa bensin disulap menjadi taman bermain anak-anak. Tapi sementara tidak ada keraguan tentang Walikota Risma yang hati-merasa kekhawatiran tentang penyebaran pelacuran, komentator menunjukkan bahwa ribut-ribut tentang prostitusi telah berlangsung selama beberapa decade.

Sebanyak 35 persen dari anggaran kota dihabiskannya untuk pendidikan. “Menjadi walikota, bukan hanya tentang pemecahan masalah banjir atau hal-hal seperti itu. Ini tentang membantu orang-orang untuk mengembangkan dan membuat mereka menjadi sukses,” kata Risma.

Sementara beberapa pengembang swasta kehilangan ceperan dari pemerintahan sebelumnya, vom Hove menulis; “pemerintah daerah sangat ketat di bawah pemerintahan wali kota Risma. Investor asing pun datang untuk menghargai kejujuran dan profesionalisme administrasinya. Manfaatnya adalah, Surabaya telah menarik sejumlah perusahaan asing terkenal untuk berinvestasi, termasuk Yakult (Jepang), Unicharm (Jepang), Swing (Korea Selatan), Cargill (USA), dan Unilever (Belanda/Inggris).

Namun demikian, tidak akan mudah untuk mengimplementasikan beberapa program yang Walikota Risma telah mengumumkan. Salah satu tantangan utamanya adalah bahwa anggaran kota Surabaya sangat terbatas. Pada tahun 2012, anggaran sebesar USD 500 juta dialokasikan untuk belanja tahunan sekitar USD 160 per orang. Ini berarti, pemerintah kota harus sering mencari dukungan dari sektor swasta untuk bekerja sama dalam program perkotaan.

Tri Rismaharini memperoleh gelar Sarjana Teknik (ST) jurusan Arsitektur dan Master di bidang Manajemen Pembangunan Perkotaan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Dia juga menyelesaikan kursus Studi Manajemen Pembangunan Perkotaan di Institut Perumahan dan Pembangunan Perkotaan di Rotterdam, Belanda. Dia telah melakukan perjalanan ke Belanda untuk belajar tentang manajemen pelabuhan, ke Korea Selatan untuk mempelajari metode pengajaran yang sukses di negara itu, dan ke Jerman untuk melihat infrastruktur jalan.

Sejak Risma menjadi walikota, Surabaya telah memenangkan sejumlah penghargaan termasuk ASEAN Environmentally Sustainable City Award 2012 dan Adipura Kencana, sebuah penghargaan tertinggi lingkungan hidup di Indonesia. Risma pun disebut sebagai salah satu dari sepuluh wanita paling inspiratif 2013 dengan Forbes Indonesia. Forbes memujinya karena mengalahkan rencana pemerintah pusat untuk membangun jalan tol melalui kota. Sebagai gantinya, ia memperkenalkan rencana untuk monorail dan sistem trem di Surabaya.(wh)