Treq Fokus Ramaikan Pasar Tablet dan Smartphone

Treq Fokus Ramaikan Pasar Tablet dan Smartphone

Lama dikenal sebagai produsen PC dan Monitor,  Treq mulai merambah  pasar tablet dan smartphone.  Perusahaan Teknologi Informasi (IT) ini  bakal bermain di kelas middle low. Product Manager Treq Hendra S Sanjaya mengatakan pihaknya memang serius menggarap pasar ponsel. Kendati begitu,  produk PC dan Monitor tetap digeluiti. Hanya saja, porsinya diperkecil sekitar 15 persen.

“PC masih tetap produksi, tapi porsinya mungkin hanya 15 persen, sisanya tablet dan smartphone karena kami ingin memenuhi permintaan dan kebutuhan pasar saat ini,” katanya dalam peluncuran produk-produk Treq di Hi-Tech Mall Surabaya, Jumat (11/4/2014).

Dia mengakui bahwa pasar PC dalam beberapa tahun ini merosot sehingga Treq perlu membuat inovasi produk yang diminatii pasar dengan harga terjangkau. Dia mengatakan meski merupakan produk China, tetapi tablet dan smartphone Treq dirakit di Romokalisari, Surabaya dengan komposisi 75% tablet dan smartphone 25 persen.

“Saya mengamati tablet dari sisi permintaan pasar akan selalu ada, ke depan dipastikan ada kenaikan permintaan kebutuhan,” imbuh dia optimistis.

Karenanya, tandas  Hendra, pihaknya tak ragu mematok target mampu menjual 150.000 unit   sepanjang 2014 ini.   Target itu diyakini mampu tercapai mengingat produk Treq dilengkapi fitur dan teknologi yang canggih tapi dibandrol dengan harga yang terjangkau.

Hendra menjelaskan Treq memiliki 11 tipe teblet dan smartphone dengan harga dipatok mulai Rp500.000 – Rp2,6 juta. Di  smartphone  Treq lakukan penetrasi lewat Treq X1. Ponsel  ini miliki desain yang tipis yakni setebal 8,9 mm.

Selain itu, Treq  X1 ini merupakan android pertama yang menggunakan kombinasi  kamera sebesar 13 MP dan 8 MP.  “Treq X1 juga dilengkapi  tombol BBM terintegrasi  yang memudahkan anda untuk BBM-an setiap saat,” tandasnya.

Dia menambahkan, meski ada wacana pengenaan pajak pertambahan nilai barang mewah (PpnBM) termasuk terhadap tablet dan smartphone, pihaknya mengaku sudah mempersiapkan hal tersebut. “Tapi saya belum dapat memastikan apakah nanti menaikkan harga barang atau bagaimana,” imbuh Hendra. (ram)