Tren Perdagangan Luar Negeri di Jatim selama 2000-2021

Tren Perdagangan Luar Negeri di Jatim selama 2000-2021

foto: bps jatim

Tren perdagangan luar negeri Provinsi Jawa Timur selama kurun waktu 2000-2007 tumbuh positif, namun sejak tahun 2008 terlihat tendensi yang fluktuatif.

Pada periode 2008-2015 nilai impor mulai melesat dan cenderung lebih besar dibandingkan nilai ekspor sehingga neraca perdagangan luar negeri Provinsi Jawa Timur semakin menurun dan mengalami defisit.

Selanjutnya tahun 2016 perkembangan ekspor impor Provinsi Jawa Timur sempat kembali membaik dengan neraca perdagangan yang surplus, akan tetapi pada tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 neraca perdagangan Provinsi Jawa Timur kembali mengalami defisit.

Hal tersebut tercatat dalam laporan “Statistik Ekspor Provinsi Jawa Timur 2021” sebagaimana dilansir dari laman resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim) pada tanggal 4 Agustus 2022.

Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan menjelaskan, perkembangan nilai ekspor dan impor Provinsi Jawa Timur baik kategori migas maupun non migas serta neraca perdagangan selama dua dekade terakhir (2000–2021) menunjukkan tren yang meningkat.

Meskipun demikian ada sedikit fluktuasi. Ekspor mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2012, 2013 dan 2015 masing-masing bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, disinyalir sebagai dampak krisis ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat pada tahun 2011.

Ekspor Provinsi Jawa Timur tahun 2012 turun sebesar 14,76 persen menjadi USD 16.249,22 juta. Hal yang sama juga terjadi di tahun 2013, ekspor Provinsi Jawa Timur turun 4,56 persen menjadi USD 15.508,41 juta.

Pada tahun 2014 ekspor Provinsi Jawa Timur sempat mengalami kenaikan sebesar 21,01 persen menjadi USD 18.767,26 juta. Namun pada tahun 2015, ekspor Provinsi Jawa Timur kembali turun sebesar 8,78 persen menjadi USD 17.120,19 juta.

Setelah berfluktuasi pada periode 2012-2015, selanjutnya pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 akhirnya kinerja ekspor Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan kemajuan.

Namun demikian pada tahun 2019 dan 2020 pandemi Covid-19 membawa pengaruh besar pada kinerja ekspor Provinsi Jawa Timur hingga kembali menurun sebesar 0,40 pada tahun 2019 dan 5,28 persen pada tahun 2020.

Geliat ekspor Jawa Timur mulai tampak pada tahun 2021 setelah nilai perdagangan ekspor tumbuh sebesar 18,51 persen atau naik dari USD 19.21. (wh)