Tren Korupsi Kebanyakan Incar Pengadaan Barang dan Jasa

Tren Korupsi Kebanyakan Incar Pengadaan Barang dan Jasa

 

Tren korupsi di Indonesia sepanjang 2013 masih didominasi oleh Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Demikian hasil mutakhir yang dirilis Indonesia Coruption Watch.

Menurut Peneliti Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Tama Satria Langkung, menghitung pada tahun 2023 terdapat sekitar 560 kasus korupsi dengan 1.271 orang tersangka yang ditangani baik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepolisian dan kejaksaan.

Pada semester I tahun 2013 terdapat 293 kasus korupsi yang ditangani dengan 674 orang tersangka. ICW menemukan 114 kasus diantaranya atau 46,30 persen adalah kasus PBJ. Sedangkan pada semester dua dari 267 kasus yang menjerat 594 tersangka, 114 kasus di antaranya atau 42,7 persen adalah kasus PBJ.

“Tren pemberantasan korupsi 2013, fokus penegak hukum masih pada korupsi sektor pengadaan barang dan jasa,” kata Tama Satria Langkung dalam siaran persnya.

Tama mengatakan sistem PBJ di kementerian-kementerian harus dievaluasi ulang, karena terbukti mayoritas korupsi terjadi di sektor PBJ. Sedangkan bila dilihat dari modusnya, pada semester I kasus korupsi paling banyak dilakukan dengan penggelapan, yang berjumlah 104 kasus, diikuti dengan penyalahgunaan sebanyak 75 kasus, mark up 50 kasus dan laporan fiktif 44 kasus.

Pada semester II kasus penggelapan masih mendominasi dengan 104 kasus, penyalahgunaan 50 kasus, mark up 48 kasus dan laporan fiktif 39 kasus.

“Penggelapan masih menjadi modus yang sering digunakan tersangka, modus-modus korupsi yang diungkap oleh aparat masih modus-modus konvensional,” ujarnya.(wh)