Trem Surabaya Dipastikan Tanpa Dana Investor

Trem Surabaya Dipastikan Tanpa Dana Investor
Teks foto: Irvan Wahyu Drajat dan Wahyu Heriyanto

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyu drajat mengatakan proyek trem Surabaya ditangani oleh pemerintah pusat yang sebelumnya berencana menggunakan dana dari investor yang akhirnya dibatalkan karena harga yang mahal.

“Kemungkinan Maret nanti sudah ada pelelangan. Setelah selesai dilakukan lelang proyek, proyek trem yang didanai oleh APBN senilai sekitar Rp 1,2 triliun ini akan dilanjutkan dengan pengerjaan sekitar akhir 2017,” kata Irvan Wahyu saat ditemui di lantai VI ruang ATCS Pemkot Surabaya, Selasa (2/2/2016).

Nantinya, di sepanjang jalur trem tersebut akan dibangun titik halte atau shelter yang letaknya strategis dengan pusat kegiatan masyarakat metropolis. Selanjutnya, pada tahap kedua, rencana pengembangan trem ini akan diintegrasikan dengan Pelabuhan Tanjung Perak.

“Nanti akan kami sediakan angkutan di sekitar perhentian trem agar masyarakat bisa langsung beraktivitas,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Wahyu Heriyanto, dosen teknik sipil transportasi ITS, menegaskan kebutuhan trem di Surabaya sangat mendesak. Berdasarkan perhitungan kami dan Lalu Lintas serta Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, untuk jalur Raya Darmo per jamnya kendaraan yang melintas mencapai 1.600 orang untuk satu lajur saja.

“Bayangkan ke depannya pasti akan bertambah macet bila tidak langsung memakai trem,” tegas dia.

Menurutnya, kini pihak-pihak yang berkompeten harus memikirkan angkutan umum yang bagus. Dengan adanya trem, maka diharapkan akan lebih bisa mengangkut lebih banyak dibandingkan menaiki mobil pribadi.

Untuk satu trem saja, bisa mengangkut 5 ribu orang per kali berangkatnya. Sedangkan untuk transportasi kereta cepat lain bisa hingga mengangkut 10 ribu penumpang. Wahyu mengungkapkan bila konsep pelebaran jalan sudah terlalu kuno.

“Seharusnya tidak ada lagi pelebaran jalan di Surabaya. Karena di tengah kota sudah sedikit untuk penghijauannya. Tirulah negara luar yang menggunakan trem dengan jalur tengah karena idealnya trem berada di lajur khusus bukan di jalur mobil atau motor agar tidak diserobot seperti busway,” ujarnya.(wh)