Trem Beroperasi, Dishub Surabaya Bakal Batasi Kendaraan Pribadi

Trem Beroperasi, Dishub Surabaya Bakal Batasi Kendaraan Pribadi

Untuk memaksimalkan trem atau kereta api listrik, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan membatasi warga dari luar yang menggunakan kendaraan pribadi.

Nantinya, pembatasan mobil maupun kendaraan pribadi warga luar kota Surabaya diminta akan diparkir di tempat yang telah disediakan sebelum mereka diminta untuk menaiki trem tersebut.

“Pembatasan ini berguna juga untuk mengurai kemacetan yang biasanya terjadi di tengah kota Surabaya. Jadi warga yang luar kota yang bekerja di kota Surabaya bisa beralih menggunakan trem setelah kendaraannya diparkir,” kata Plt Kadishub kota Surabaya Irvan Wahyu Drajad ditemui di ruang ATCS Pemkot Surabaya lantai 6, Selasa (2/2/2016).

Menurut dia, penerapan kebijakan itu dalam rangka mendukung rencana pemerintah untuk membangun angkutan transportasi umum berupa trem. Sehingga, apabila jumlah kendaraan pribadi dari luar kota dilakukan pembatasan, maka masyarakat akan lebih banyak memilih menggunakan trem.

Berdasarkan pantauan tim Dishub Surabaya, setiap pagi hingga sore hari terjadi kepadatan akibat banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi menuju tempat kerja mereka.

Sedangkan pada siang hari kepadatan penduduk yang terjadi di Surabaya bisa mencapai dua kali lipat, jika dibandingkan pada malam hari. Bila malam, tercatat hanya ada 2,8 juta jiwa sedangkan bila pagi sampai sore mencapai 5 juta jiwa.

Sebab, pada malam hari banyak penduduk yang kembali ke daerah sekitar Surabaya, seperti Gresik, Sidoarjo, dan Madura, setelah mereka bekerja pada siang harinya.
“Kami tidak melarang masyarakat memiliki mobil, tapi kita akan melakukan pembatasan penggunaannya,” terusnya. (wh)