Transfer Teknologi, Advan Kucurkan Rp 500 M

Transfer Teknologi, Advan Kucurkan Rp 500 M

Advan berencana mengucurkan dana setidaknya Rp500 miliar per tahun untuk memfasilitasi program transfer teknologi agar bisa memproduksi perangkat sendiri di dalam negeri.

Dana tersebut bakal digunakan untuk mendatangkan tenaga ahli dari luar. Tenaga ahli tersebut bakal bekerja sama dengan Advan dalam membuat perangkat di dalam negeri dan memebrikan pelatihan bagi tenaga ahli Indonesia.

Untuk tahap awal, para tenaga ahli bakal membantu perakitan produk Advan di pabrik yang berada di Semarang.

“Kami belum bisa produksi secara mandiri karena beberapa komponen dan lain-lain masih belum ada di lokal, masih assembly,” kata Marketing Director Advan Tjandra Lianto, Kamis (20/3/2014).

Dia berharap dalam waktu 3 tahun pihaknya sudah bisa mandiri dan tidak lagi menggunakan tenaga asing sesuai dengan harapan Kementerian Perindustrian. Namun, berbagai hal bisa saja terjadi sehingga realisasi produksi mandiri menjadi molor.

Selain itu, dalam waktu yang sama pihaknya berharap bisa merelisasikan produksi dalam negeri, bukan hanya perakitan. Untuk itu, industri komponen dalam negeri diharapkan bisa segera memenuhi kebutuhan produksi perangkat bergerak.

Dalam waktu 3tahun sampai-5 tahun diharpakan industri komponen dalam negeri bisa memasok hingga 40 persen kebutuhan produksi ponsel dalam negeri (TKDN).

Tjandra mengungkapkan, saat ini dukungan industri komponen dalam negeri terhadap produksi perangkat bergerak masih sangat minim, di bawah 10 persen.

“Baru sebatas cashing, dus, dan aksesorisnya. Sedangkan target dari pemerintah kan TKDN itu harus di atas 40 persen,” katanya. (bns/bh)