Transaksi Belanja Online Makin Diminati

Transaksi Belanja Online Makin Diminati

Ratna Ayu, peneliti Enciety Business Consult

Tren belanja online dalam beberapa tahun terakhir, nampaknya telah menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia. Kendati masih banyak oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan penipuan lewat transaksi ini, namun hal tersebut nampaknya tidak berpengaruh terhadap minat masyarakat berbelanja online.

Dalam catatan enciety Desk Research (eDR), nilai pasar transaksi jual beli online di Indonesia mencapai USD 8 miliar di tahun 2013. Jumlah tersebut diyakini bakal terus mengalami peningkatan.

Banyak hal yang membuat masyarakat memilih untuk melakukan transaksi online, di antaranya keterbatasan waktu yang dimiliki sehingga berbelanja online menjadi salah satu solusi bagi pekerja yang memiliki waktu luang terbatas. Secara demografi, masyarakat usia produktif di Indonesia angkanya sangat besar, sehingga bagi mereka waktu sangatlah penting.

Selain itu, menurut Forbes, konsumen merasa bahwa penelusuran online mampu memberikan penjelasan detail dari barang yang akan dibeli dibandingkan harus bertanya ke penjual took. Apalagi, saat ini, jumlah pengguna internet semakin tinggi (29 persen) yang semakin memudahkan konsumen untuk mendapatkan informasi tentang barang yang diinginkan.

Saat ini, sudah sangat banyak bermunculan toko-toko online raksasa, seperti Lazada, Tokopedia, OLX, Blibli, Elevania, dan Zalora. Hal ini tentu semakin memudahkan konsumen untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Banyak pilihan dengan kualitas bagus dan harga ekonomis baik impor maupun ekspor.

Agar pertumbuhan minat konsumen tetap terjaga di tahun 2014 , sebanyak 78 pelaku bisnis online telah bergabung menyemarakkan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang jatuh pada 12 Desember.

Andri Huzain kepada Metrotvnews.com mengungkapkan, tujuan dari Harbolnas adalah untuk memberikan edukasi ke masyarakat Indonesia bahwa belanja online itu nyaman. (wh)