Tragedi Es Krim Wall’s Antar Surabaya Menangi Adipura Kencana

Tragedi Es Krim Wall’s Antar Surabaya Menangi Adipura Kencana

Penghargaan Adipura Kencana adalah penghargaan lingkungan hidup tertinggi di Indonesia. Keindahan dan inovasi menjadi poin utama selain kebersihan, syarat dasar suatu kota/kabupaten peserta.

Namun siapa sangka, tragedi hancurnya jalur hijau dan Taman Bungkul akibat acara bagi-bagi es krim, turut membawa kemenangan bagi Surabaya?

Rahasia itu terungkap saat enciety.co mewawancarai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Adipura, Prof. Johan Silas.

“Kejadian taman dan jalur hijau yang rusak itu mendapat nilai lebih dari Dewan. Karena, ketika rusak langsung diperbaiki,” jelas pakar tata kota asal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.

Johan Silas menuturkan, hal tersebut membuktikan bahwa Pemerintah Kota Surabaya memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan kota yang tak hanya bersih, namun juga cantik. Melalui urunan para pimpinan SKPD, pemkot langsung membeli tanaman dan mengganti tanaman yang mati.

Bahkan, warga kota kompak merogoh koceknya demi taman tercinta. Sekitar 10 ribu jenis tanaman bantuan masyarakat terkumpul. “Kemarin perusahaan-perusahaan swasta juga ikut menyumbang. Tingkat partisipasi warga di sini sudah tinggi. Jadi standarnya Surabaya ini sudah terlalu tinggi,” urainya.

Johan Silas mengungkapkan, aspek fisik dan non fisik menjadi penilaian Dewan Pertimbangan Adipura. Selain bersih secara fisik, faktor kepeimpinan, Sumber Daya Manusia (SDM), dan peraturan. Sebab, kota yang bagus, lanjut Johan Silas, memiliki keterkaitan dengan manusianya pula.

“Sekarang lebih dari 50 persen manusia tinggal di kota. Kalau ingin manusianya punya kualitas bagus, kotanya harus bagus dulu,” jelas dia.

Taman-taman di Surabaya pun disebut tak ada tandingannya di ASEAN. Salah satu anggota Dewan Pertimbangan, Sudirman pun mengatakan taman-taman Surabaya tak kalah dengan Singapura. Johan Silas menambahkan, keunggulan taman-taman cantik Kota Pahlawan ialah mudah dikunjungi warga.

“Itu keunggulannya. Kalau soal keindahan saja, di Bali jauh lebih bagus-bagus, cantik. Tapi percuma, kita nggak bisa masuk,” tandasnya.

Di samping itu, taman-taman Surabaya tematik dan dilengkapi fasilitas wi-fi gratis.

Yang membuat tim juri berdecak kagum, pemkot Surabaya merawat jalur hijau sepanjang sungai dan membangun taman-taman di sana. “Padahal sungai Brantas dan Kalimas itu pengelolaannya di bawah provinsi. Ini yang bikin dewan salut,” pungkasnya.(wh)