TPS Investasi Alat dan Pengembangan Container Yard

 

TPS Investasi Alat dan Pengembangan Container Yard

PT Terminal Petikemas Surabaya tahun ini melakukan investasi besar-besaran. Salah satunya dengan pengadaan peralatan bongkar muat seperti enam unit rubber tyred gentry (RTG) dan dua unit harbor mobile crane (HMC).

Selain itu, anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III ini juga melakukan perluasan lapangan penumpukan seluas 5 hektar. Lahan ini nantinya belum ditentukan apakah untuk blok ekspor atau impor, bergantung tinggi-rendahnya demand pasar.

Public Relation and Marketing PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Ardiansyah menyebut investasi ini untuk peningkatan pelayanan. “Ada beberapa peralatan yang memang perlu dilakukan maintenance (perawatan) seperti container crane kami banyak sudah berusia,” katanya, Senin (10/2/2014).

Ia menyebut dua unit container crane (CC) 11 dan 12 akan diganti dengan HMC. Terlebih HMC ini tergolong multifungsi dimana mampu membongkar petikemas maupun curah kering. Tetapi di TPS peruntukannya hanya bongkar muat petikemas.

Hanya saja, Ardiansyah tidak menjelaskan secara detail alokasi biaya yang diinvestasikan PT TPS untuk membeli peralatan tersebut. Itu bukan ranah kami untuk menjelaskan nominal harganya,” tegasnya.

Sebelumnya harga di pasaran satu unit HMC baru senilai Rp 60 miliar, sedangkan second hand senilai Rp 20-30 miliar.  

Selain investasi peralatan, PT TPS juga memperluas container yard (CY atau lapangan penumpukan) dan gudang container freight station (CFS). Selama ini CFS ini hanya untuk pelayanan LCL (less than container load) impor.

Untuk perluasan CY belum ditentukan apakah untuk blok impor, ekspor, atau domestik. Ardiansyah menyebut penggunaan CY ini akan dikordinasikan dengan Bea dan Cukai Tanjung Perak. “Harus dikordinasikan penggunaannya dengan Bea dan Cukai,” tegasnya.

Hal tidak kalah penting adalah pengembangan laboratorium karantina tumbuh-tumbuhan seluas 5.000 meter persegi. “Nantinya pemeriksaan impor maupun ekspor tumbuh-tumbuhan tidak harus ke Terminal Nilam. Memang di Tanjung Perak pemeriksaan tumbuh-tumbuhan hanya ada di Nilam,” tutup Ardiansyah. (wh)