TPI Brondong Pusat Perdagangan Hiu Terbesar di Indonesia Timur

 

TPI Brondong Pusat Perdagangan Hiu Terbesar di Indonesia Timur

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong, Lamongan ternyata menjadi pusat perdagangan hiu di Indonesia Timur. Ini terjadi lantaran ratusan nelayan dari berbagai daerah berbondong-bondong membawa hasil tangkapannya ke TPI Brondong.

Dari pengakuan salah satu pengepul hiu, Syaipuji (36) sedikitnya ada puluhan nelayan dari Kalimantan yang biasa singgah di TPI Brondong untuk menjual hiu hasil tangkapannya.

“Ada nelayan khusus dari Kalimantan dan daerah lain yang menangkap hiu menggunakan pancing. Jadi bukan menggunakan jaring,” bebernya.

Dengan menggunakan pancing, menurut Syaipuji, menangkap hiu akan lebih mudah. “Hiu itu nangkapnya gampang kok mas, pakai pancing juga bisa. Kalau di film-film itu kan kelihatannya sulit padahal gampang, orang-orang dibohongi film,” ujarnya menjelaskan.

Sementara itu, sejumlah nelayan penangkap ikan pari seperti Sukri juga membeberkan kalau dengan menangkap pari dan hiu keuntungannya lebih banyak dibanding ikan biasa.

Diakui Sukri, pihaknya sering menangkap hiu dan pari kecil di kawasan perairan Kalimantan, Bawean, dan laut tengah Bali.

“Nangkap hiu itu harus di kedalaman laut. Tapi meski begitu hiu besar sekarang sulit carinya. Kebanyakan kami mendapatkan pari dan hiu kecil. Jumlahnya sangat banyak,” akunya.

Di satu sisi, menurut nelayan yang enggan disebutkan namanya, mengaku kalau pihaknya tidak sengaja menangkap hiu. Ini karena kebanyakan nelayan asli Brondong lebih memilih menangkap berbagai macam ikan menggunakan jaring besar.

“Tapi biasanya sekali tarik (jaring), ada dua tiga hiu kecil dan besar kesangkut jaring. Kalau kita buang kan eman (sayang). Lagi pula dipastikan mati kalau setelah terjerat jaring lalu dilepaskan,” utaranya.

Nelayan yang biasanya melaut hingga 15 hari di perairan dalam laut Jawa itu juga mengaku kalau haga hiu sangat besar. “Kalau hiunya besar, biasanya siripnya saja mencapai Rp 7 juta. Sedangkan dagingnya Rp 20 ribu per kilo gramnya,” bebernya.

Sambung Syaipuji, diperkirakan dari pasokan hiu yang didapatkan dari ratusan nelayan yang bersandar di TPI Brondong mencapai 60 ton hiu per hari. Dari puluhan ton hiu tersebut kembali dijual ke berbagai restoran di wilayah Gresik, Surabaya, dan luar jawa, bahkan diekspor hingga ke Srilanka dan negara tetangga.

”Total tangkapan ikan di TPI Brondong itu bisa mencapai 300 ton per hari. Sedangkan untuk hiu saja itu mencapai 60 ton,” jelas Syaipuji. (wh)