TPAKD Jatim Dorong Petani Kopi Melek Keuangan

TPAKD Jatim Dorong Petani Kopi Melek Keuangan

foto:ist

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta BPD Jawa Timur yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Timur menggelar “Business Matching Percepatan Akses Keuangan serta Pelatihan, Literasi dan Inklusi (PETIK) Keuangan” di Hotel Grand Padi Bondowoso, Jumat (15/11/2019). Kegiatan diikuti 70 petani kopi di Bondowoso.

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Heru Cahyono menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan dan audiensi yang telah dilakukan sebelumnya kepada beberapa Kelompok Tani (Poktan) di Bondowoso.

“Dari hasil kunjungan tersebut, diketahui Poktan membutuhkan pembiayaan untuk peningkatan kapasitas produksi, pembangunan gudang dan pembelian dryer, sosialisasi mengenai izin ekspor dan pelatihan terkait manajemen operasional,” ujar dia..

Menurut Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Bondowoso Agung Trihandono, saat ini Bondowoso memiliki lahan perkebunan kopi lebih dari 14 ribu hektar yang tersebar di kawasan Gunung Ijen dan Gunung Raung. Melalui potensi kopi yang dimiliki, Pemkab Bondowoso berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan warganya dengan memberikan bantuan berupa pemberian pohon kopi, pelatihan tentang cara penanaman kopi yang baik dan pelatihan kepada para petani tentang pengelolaan keuangan agar uang hasil panen kopi tidak habis untuk dibelikan barang konsumtif.

Sebagai salah satu komoditas andalan Bondowoso, komoditas Kopi menjadi salah satu sasaran dalam Program Kerja TPAKD Provinsi Jawa Timur tahun 2019. Komoditas kopi Bondowoso yang telah merambah pangsa pasar internasional terutama kopi jenis Arabica Java Ijen atau yang lebih dikenal dengan sebutan Java Coffee, layak untuk mendapatkan perhatian dari TPAKD.

Menurut data BPS tahun 2017, produksi kopi di Bondowoso mencapai 8670 Ton per tahun. Produksi ini merupakan yang terbesar ke 4 di Indonesia setelah Banyuwangi, Jember dan Malang.

Karena itu, sebagai bentuk komitmen dalam membantu petani kopi untuk meningkatkan kapasitas produksinya, TPAKD melalui BPD Jawa Timur secara simbolis memberikan kredit pembiayaan kepada Perwakilan Poktan sebesar 200 Juta dan 700 Juta. (wh)