Toyota Yaris: Bermula dari Starlet, Kini Dibuat di Karawang

Toyota Yaris: Bermula dari Starlet, Kini Dibuat di Karawang

PT Toyota Astra Motor (TAM) telah meluncurkan Yaris generasi terbaru. Hatchback lima penumpang itu diklaim memiliki tampilan lebih ciamik dan fitur anyar dibanding model terdahulu.

Sosok Yaris memang tidak asing di pasar mobil Tanah Air. Yaris merupakan suksesor mobil legendaris Starlet yang digandrungi anak muda di era 90-an.

Sosok Toyota Starlet pertama kali dijumpai masyarakat Indonesia pada 1985 yang diluncurkan TAM. Saat pertama kali masuk pasar otomotif nasional, Starlet mendapatkan respon positif. Sebab, diantara produk Toyota saat itu yakni Corolla, Corona dan Crown, hanya Starlet banyak dicari konsumen muda.
 
Saat diluncurkan Starlet masih menggunakan mesin berkapasitas 1.000 cc — dinilai cukup memadai kala itu. Tahun berikutnya, Starlet melakukan perubahan ringan (facelift) dan menghadirkan kapasitas mesin lebih tinggi, yakni 1.300 cc.

Beberapa tahun kemudian Toyota Starlet mengalami rombakan desain, dibuat lebih membulat, sehingga mendapat julukan ‘Starlet Kapsul’.

Sepanjang era 90-an, ‘Starlet Kapsul’ menemani perjalanan masyarakat Indonesia. Sampai akhirnya TAM memutuskan menghentikan penjualan Starlet pada tahun 1999.

Yaris Lahir                   

Sejak berhentinya penjualan Starlet, praktis medium hatchback Toyota vakum. Baru pada Februari 2006, TAM memboyong utuh Yaris dari Thailand untuk kembali membidik pasar anak muda yang dahulu dikuasai Starlet.

Pada 2008, Yaris mendapat tambahan varian berupa TRD Sportivo dengan tampilan sporty–tipe tertinggi. Kemudian di 2009, Yaris mengalami minor change (perubahan ringan) yang terletak pada bumper depan-belakang, tambahan spoiler pada varian S, lampu utama serta radiator grille.

Bagian interior juga mengalami penyegaran dengan warna dan bahan bangku, serta Audio Steering Switch pada tipe.

Pada 2010, Yaris mengalami penyegaran pada TRD Sportivo dengan mengganti varian 2. Dan terakhir di 2011, Yaris mendapat penambahan antara lain fitur back sonar.

Hingga 2013, Yaris telah mengalami berbagai ubahan agar tampilannya makin modern dan segar. Kini di 2014 Yaris generasi terbaru kembali lahir setelah sempat surut penjualan sejak Juli 2013 lalu.

Takeshi Matsuda, Chief Engineer All New Yaris bersama timnya mengubah desain Yaris secara keseluruhan. Secara tampilan Yaris anyar kian besar. Hal ini terjadi karena penambahan panjang 315 mm dan lebar bertambah 5 mm, namun tingginya lebih rendah 45 mm untuk mendapatkan karakter lebih aerodinamis.

Menariknya, All New Yaris sudah diproduksi Indonesia, tepatnya di pabrik Toyota Karawang II, Kawasan Industri Karawang International Industrial City (KIIC), Jawa Barat.

Di pabrik itu diklaim mampu memproduksi 2.000 unit per bulan. Mobil yang dibanderol mulai Rp 219-256 juta OTR Jakarta memiliki konten lokal sebanyak 60 persen.

“Seluruh persiapan sudah sangat matang. Kami akan segera memproduksi The All New Yaris 1.5L pada akhir Maret 2014,” kata Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia TMMIN. (via/bh)