Toshiba Tanam Investasi Rp 12,17 T di Asteng

 

Toshiba Tanam Investasi Rp 12,17 T di Asteng

Raksasa elektronik asal Jepang, Toshiba  mengalokasikan dana sebesar USD 1 Miliar atau sekitar Rp 12,17 Triliun untuk investasi di Asia Tenggara. Presiden dan CEO Toshiba Corporation Hisao Tanaka  menjelaskan dana sebesar itu akan dikucurkan untuk lima tahun ke depan.

Toshiba juga berencana melipatgandakan penjualan tahunan hingga USD7 miliar. Dia menilai, Indonesia menunjukkan pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi pesat dalam beberapa tahun terakhir.  Toshiba memiliki teknologi dan tenaga ahli yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan keamanan, ketentraman, dan kenyamanan untuk kehidupan masyarakat Indonesia.

Selain itu, juga mengumumkan bahwa perusahaan terbaru mereka yaitu PT Toshiba Asia Pacific Indonesia akan menjadi sarana untuk mencapai hal tersebut.
 
PT Toshiba Asia Pacific Indonesia sedang bersiap mulai beroperasi pada Oktober 2014 dan bermarkas di Jakarta. Namun, lingkupnya tetap mencakup skala nasional.

“Dengan hadirnya PT Toshiba Asia Pacific Indonesia ini, didukung sumber daya yang ada dari seluruh Toshiba Group, kami akan semaksimal mungkin berkontribusi terhadap pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia,” katanya, Senin (29/9/2014).

Pihaknya juga berharap dapat menyediakan sistem infrastruktur yang dapat memberikan dampak positif bagi perbaikan taraf hidup masyarakat Indonesia.
 
Toshiba Group menggunakan beragam kemampuan untuk berkontribusi terhadap pasokan energi di Indonesia. Bahkan, sudah pernah memasang sistem pembangkit listrik tenaga air di Indonesia pada 1974.
“Rekam jejak kami terdapat empat pembangkit listrik tenaga panas bumi. Salah satunya di Tanjung Jati B yang merupakan pembangkit listrik tenaga panas bumi berbahan bakar batubara,” tuturnya.

Selain itu, 33 unit turbin elektrik-air untuk 11 pembangkit listrik tenaga air, dan proyek unit 1 Patuha, pembangkit listrik tenaga panas bumi, yang sekarang masih dalam tahap pembangunan di Jawa Barat.
Selain itu, Toshiba belum lama ini mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan proyek besar, yakni memasok turbin dan generator uap panas bumi untuk proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Sarulla.

Tanaka menegaskan, Asia Tenggara sudah lama menjadi lokasi strategis sebagai pusat produksi untuk bisnis utama Toshiba. Indonesia menjadi daya tarik tersendiri karena pertumbuhan ekonomi pesat dan pasar konsumennya besar.

Toshiba menilai, Indonesia juga merupakan lokasi penting bagi pusat produksi. Secara seksama mengatur kembali bisnis TV beberapa tahun terakhir agar fokus kepada Asia Tenggara.  “Indonesia kini memiliki peran penting sebagai lokasi produksi utama kami. Kami juga telah mendirikan pabrik mesin cuci terbaru kami di sini dan mempekerjakan 1.700 karyawan,” terangnya.

Lokasi produksi Toshiba di Batam memproduksi pembaca barcode, terminal POS dan printer untuk bisnis. Saat ini, telah memiliki 2.000 karyawan.  Melihat hubungan Asia Tenggara dan Jepang, Tanaka merujuk kepada survei terkini yang menyatakan bahwa 33 persen dari masyarakat di kawasan, dalam hal ini grup masyarakat yang paling besar, menganggap Jepang sebagai rekan yang dapat diandalkan. (snd/ram)