Toron, Suramadu Buka Empat Jalur Motor

Toron, Suramadu Bukan Empat Jalur Motor
Jembatan Suramadu yang dipenuhi warga Madura yang melakono aktivitas pulang kampung saat Idul Adha. avit hidayat/enciety.co

Ribuan warga Madura, Sabtu-Minggu (4-5/10/2014) menjejali pintu masuk Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Mereka berduyun-duyun melakukan tradisi toron (mudik bahasa Madura) dalam perayaan Hari Raya Idul Adha, Minggu (5/10/2014).

Tradisi toron ini sering mereka lakukan sebagai bentuk silahturahmi kepada keluarga yang ditinggal di Madura. Satu di antaranya, H Zainal Arifin (27), pria kelahiran Sampang itu mengaku setiap tahun rutin pulang kampung.

“Kan kerjanya dekat, di Surabaya saja, jadi setiap ada momen besar selalu pulang kampung,” akunya kepada enciety.co saat mengantre di pintu tol jembatan Suramadu.

Menurut Zainal, dirinya bersama istrinya selalu rutin pulang kampung. Dalam setahun saja, sedikitnya tiga kali dia menyempatkan untuk bertemu keluarga di Sampang.

“Kalau Lebaran Hari Raya Idul Ftri, Hari  Raya Idul Adha dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW saya selalu pulang. Kadang kalau kangen juga bisa pulang sewaktu-waktu,” katanya.

Sementara itu, Petugas Tol Jembatan Suramadu, Dian Puspita Sari mengatakan puncak toron pada H-1 sebelum Lebaran. “Ya, seperti saat ini mas, tapi biasanya puncaknya itu Sabtu sore,” akunya.

Dari pantauan enciety.co, meski antrean tidak terlalu padat dibanding dengan perayaan Lebaran Idul Fitri lalu, namun pihak Jasa Marga Tol Suramadu membuka empat jalur khusus sepeda sekaligus. “Ini mewaspadai ada antrean panjang yang biasa terjadi,” tambah Dian.

Toron sendiri, dianggap oleh warga Madura sebagai budaya yang patut dipertahankan meski sejauh apapun meninggalkan tanah kelahirannya. Tujuannya membangun kembali solidaritas antarkeluarga.

Dengan melakukan toron, mereka percaya keutuhan dan keakraban antar warga Madura akan tetap terjalin. Saat mudik, mereka juga membawa oleh-oleh untuk keluarga di rumah. (wh)