Toron, Penumpang Penyebarangan Ujung-Kamal Naik 2 Persen

Toron, Penumpang Penyebarangan Ujung-Kamal Naik 2 Persen

Tradisi toron (mudik pada Hari Raya Idul Adha) di penyeberangan Ujung-Kamal diperkirakan naik sekitar 2 persen dibanding tahun lalu. Operator penyeberangan Ujung-Kamal PT ASD Indonesia Ferry memerkirakan kenaikan tahun ini tidak signifikan karena adanya persaingan dengan Jembatan Suramadu.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Surabaya, Elvi Yosa, Selasa (23/9/2014), menyebutkan ralisasi angkutan toron tahun lalu berkisar antara 5.451. Estimasi kenaikan tahun ini diperkirakan hanya 5.560 penumpang pada hajatan mudik toron.

Elvi mengakui sulit untuk bisa menaikkan load factor (tingkat keterisian) kapal sepanjang tahun. Bahkan realisasi angkutan lebaran Hari Raya Idul Fitri tahun ini malah turun sekitar 15 persen dibanding realisasi tahun lalu.

“Sulit untuk bisa naik diatas 5 persen pada mudik toron tahun ini. Ga usah ngomong kenaikan double digit,” tegas mantan General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Banyuwangi itu. Alasan paling mencolok adalah masalah persaingan bisnis dengan Jembatan Suramadu yang tarifnya lebih murah.

Perkiraan naik 20 persen tersebut tidak lepas dari informasi adanya perbedaan Hari Raya Idul Adha. “Info yang kami dapat, ada dua Hari Raya Idul Adha, tanggal 4 dan 5 Oktober. Ini sedikit menguntungkan, meksi estimasi kami hanya naik 2 persen. Jadi angkutan toron sedikit lebih panjang,” urainya.

Peak season angkutan toron tahun ini diestimasikan tanggal 3 Oktober atau hari Jumat dari sisi Surabaya. Sedangkan penumpang dari sisi Madura, diperkirakan berjalan hingga satu bulan. Tetapi Elvi menegaskan, meski masa angkutan toron dari Madura lebih panjang, tidak begitu berpengaruh pada lonjakan penumpang.

Sistem operasi yang dijalankan operator jasa penyeberangan ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. “Kita menurunkan empat kapal dari enam kapal yang ada. Dimana dua kapal stand by di dermaga,” lanjutnya.

Tidak tertutup kemungkinan keenam kapal tersebut  akan dioperasikan sepanjang toron. Hanya saja kemungkinan keenam kapal teresbut beroperasi cukup tipis, karena jumlah penumpang sepanjang tahun mengalami kemerosotan rata-rata sekitar 5 persen. (wh)