Tol Legundi-Bunder Direalisasikan Tahun Ini

Tol Legundi-Bunder Direalisasikan Tahun Ini

Pengerjaan proyek pembangunan tol Legundi-Bunder bisa direalisasikan akhir tahun ini. Setidaknya tahapan pertama pada tahun ini adalah pembebasan lahan sebelum memasuki tahap pembangunan konstruksi.

“Sementara posisi update proyek saat ini masih diproses oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPPT). Meskipun kita telah ditetapkan sebagai pemrakarsa oleh Gubernur Jawa Timur (Soekarwo), tetapi tetap harus melalui lelang, untuk membangun proyek ini,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya Tbk Haris Gunawan, dijumpai dalam press conference dalam acara Investor Summit and Capital Market di Convex Grand City, Rabu (20/8/2014).

Ia  menyebut posisi Waskita Karya adalah pemrakarsa pembangunan jalan tol Legundi-Bunder. Waskita Karya berharap akhir tahun ini segera ditenderkan proyek tersebut, guna mengejar pengerjaan pada tahun 2015. Sebab awal tahun 2015 proses pengerjaan pembebasan lahan hingga pengerjaan fisik sudah harus berjalan.

Sejauh ini Haris baru bisa menyebutkan panjang jalan tol, sedangkan lahan yang hendak dibebaskan masih menjadi catatan. “Untuk panjang tol kemungkinan 30 km, sedangkan luas lahan yang kita bebaskan belum bisa kita umumkan,” jelasnya.

Haris menjelaskan, proyek tol yang diperkirakan menelan investasi Rp 4,3 triliun itu sudah mendapat persetujuan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Dimana proyek ini membentang dari Krian (Sidoarjo) hingga Bunder (Gresik).

Menurut rencana akan dibuatkan shortcut menuju Terminal Teluk Lamong. Sementara pembangunan fly over Teluk Lamong menuju tol Romokalisari masih menjadi kajian Kementerian Pekerjaan Umum, dan belum dipastikan pemenang tender pengerjaan proyek.

Perusahaan plat merah ini memiliki kontrak kerja kurang lebih Rp28 triliun hingga akhir tahun. dimana nilai tersebut Rp10 triliun sebagian carry over dari tahun 2013, dan sekitar Rp 18 triliun dari target hingga akhri tahun 2014.

Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk menyebut dari Rp18 triliun yang menjadi target tahun ini, baru Rp 8,2 triliun yang sudah terealisasi pada semester pertama tahun ini.

“Kita juga mengikuti tender sejumlah proyek senilai Rp3,9 triliun. Jadi total hingga Agustus sudah sekitar Rp12 triliun,” tutupnya. (wh)