Tokoh Masyarakat Dukung Pemkot Surabaya Siapkan Rumah Sehat

Tokoh Masyarakat Dukung Pemkot Surabaya Siapkan Rumah Sehat

SDN 3 Gading yang disulap menjadi rumah sehat.foto:humas pemkot surabaya

Beberapa tokoh masyarakat di Surabaya menyatakan dukungan dan kesiapannya membantu Pemkot Surabaya menyiapkan rumah sehat. Dukungan ini sebagai bentuk keinginan kuat warga membantu pemerintah menekan penyebaran Covid-19 di masing-masing wilayahnya.

Ketua Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Gubeng, Chusaini, menjelaskan, awalnya warga menolak wilayahnya dijadikan rumah sehat. Namun, penolakan ini bukan berarti menolak program rumah sehat, tapi karena pemilihan lokasinya yang berada di SDN Gubeng I/204.

“Intinya, kampung mereka tidak mau ditempati untuk isolasi. Salah satunya karena faktor ketakutan,” kata Chusaini.

Menurut dia, penolakan ini karena lokasi rumah sehat yang awalnya dipilih berada di SDN Gubeng I/204 yang berada di tengah perkampungan padat penduduk. Apalagi akses keluar masuk untuk kendaraan juga dinilai kurang mendukung. Karenanya, warga kemudian mengajukan beberapa opsi tempat lain untuk dijadikan rumah sehat.

“Kemudian warga sepakat mengajukan SMPN 6 Surabaya, tapi peraturan pemkot SMP tidak boleh. Terus warga mengajukan, agar lokasinya di gedung yang dipakai fasilitas olahraga,” ungkap dia.

Namun, karena tempat yang diajukan itu dinilai kurang representatif, alhasil warga bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gubeng kemudian melakukan musyawarah pada Kamis (22/7) malam. Ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tempat yang bakal dijadikan rumah sehat di wilayah Kelurahan Gubeng.

“Sehingga kami selaku LPMK menjembatani antara aspirasi warga dengan program pemerintah. Karena itu, kami berkomunikasi dengan camat, lurah untuk menyampaikan aspirasi warga,” kata Suyadi, ketua LPMK Kelurahan Gubeng.

Dari hasil musyawarah tersebut, Suyadi menyatakan, bahwa warga bersama Forkopimcam Gubeng kemudian menyepakati rumah sehat ditempatkan di aset milik pemkot yang berada di Jalan Nias No. 110 Surabaya. Tak berhenti sampai di situ, warga pun bahkan rela bergotong-royong membantu pemkot bersih-bersih menyiapkan lokasi tersebut.

“Kemudian kami sepakat, kami mempunyai semangat gotong-royong tinggi. Akhirnya kita buktikan, semua kita kerahkan sumber daya yang ada di seluruh RW I, II, III dan IV semua bergotong-royong bersih-bersih dibantu petugas DKRTH,” ujar Suyadi.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua RW II, Kelurahan Gubeng, Kecamatan Gubeng Surabaya, Soesiyanto. Pihaknya mengaku mendukung langkah pemkot menyediakan rumah sehat untuk warga Kelurahan Gubeng yang berkategori OTG atau gejala ringan.

“Bahwa RW II intinya mendukung program pemerintah. Alhamdulilah dilaksanakan dengan gotong royong. Dari warga RT 1-19 kemarin kompak, dua hari kerja bakti,” kata Soesiyanto.

Pihaknya berharap, sifat gotong-royong yang telah ditunjukkan warga Kelurahan Gubeng ini dapat dijadikan contoh bagi masyarakat di wilayah lain. Bagi dia, setiap permasalahan itu tentunya bisa diselesaikan dengan mengedepankan asas musyawarah dan gotong-royong.

“Alhamdulilah tokoh-tokoh masyarakat juga RT/RW se-Kelurahan Gubeng mendukung. Syukur alhamdulillah, ini bisa dibuat contoh warga se-Surabaya. Jadi kita bukan menolak, tapi memberikan solusi,” jelasnya.

Sekarang ini, lokasi rumah sehat yang berada di Jalan Nias No. 110 Surabaya terus dilakukan perbaikan. Mulai dari sarana prasarana hingga instalasi saluran air. Tentunya perbaikan ini dilakukan supaya warga merasa nyaman dan aman ketika menjalani pemulihan kesehatan di Rumah Sehat Gubeng. Dengan lokasi yang sangat representatif dan akses jalan mendukung, setidaknya ada 10-12 kamar yang tengah disiapkan dengan kapasitas sekitar 30 orang.

Dukungan terhadap penyediaan rumah sehat, rupanya juga ditunjukkan oleh warga Kelurahan Gading, Kecamatan Tambak Sari, Surabaya. Bahkan, tokoh masyarakat di sana, mengaku telah mengajukan beberapa tempat untuk dijadikan rumah sehat.

“Untuk kelurahan gading kita sudah mengajukan beberapa tempat untuk dijadikan tempat isolasi mandiri dan kemudian yang kita pilih adalah SDN Gading III No. 179,” kata Hartono, ketua LPMK Kelurahan Gading.

Menurut dia, sekolah yang berada di Jalan Kenjeran No. 433 Surabaya ini, dipilih menjadi Griya Gading Sehat lantaran lokasinya yang strategis dengan akses jalan mendukung. Apalagi lokasi lembaga pendidikan ini juga dinilainya agak jauh dari pemukiman padat penduduk.

“Di sini disiapkan ada delapan bed. Memang kesepakatan dengan warga untuk orang yang isolasi mandiri di sini. Karena sekarang isolasi mandiri bukanlah yang positif berat, tapi yang ringan dan juga disitulah dinamakan Griya Gading Sehat,” imbuhnya. (wh)