Tokoh Demokrat Boikot Pelantikan Donald Trump

Tokoh Demokrat Boikot Pelantikan Donald Trump

foto: afp

 

Jelang pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2016, gelombang protes dan demonstrasi justru makin meningkat. Sejumlah anggota Partai Demokrat di Kongres AS menyatakan niat untuk memboikot pelantikan Trump.

Jumlah anggota parlemen yang menolak hadir pada pelantikan Trump bertambah setelah Trump melecehkan sosok tokoh hak azasi manusia (HAM) John Lewis. Padahal selama ini, Lewis telah dikenal sebagai pejuang HAM bersama Martin Luther King Jr saat masih muda. Lewis sudah lebih dulu menyatakan boikot.

Sejumlah politikus yang memboikot pelantikan Trump disebut akan bergabung dengan demonstran yang menggelar aksi protes. Para tokoh Demokrat yang telah berjanji absen antara lain adalah John Conyers dari Michigan dan Mark DeSaulnier dari California.

Beberapa nama anggota parlemen partai Demokrat juga sudah menyatakan boikot yakni : Ted Lieu, Barbara Lee, Maxine Waters, Mark Takano, Jared Huffman, Mark DeSaulnier, dan Luis Gutiérrez. Paling tidak ada sekitar 20 orang anggota parlemen yang menyatakan boikot dan dukungan pada John Lewis.

Politikus Demokrat dari California, Ted Lieu, mengatakan keputusan dirinya sangat personal untuk tidak hadir pada acara pelantikan Trump. “Apakah saya harus memilih Donald Trump atau John Lewis? Saya harus berpihak pada John Lewis,” ujarnya.

Sebelumnya, Trump menuding bahwa Lewis terlalu banyak bicara tanpa aksi nyata. Menurut Trump, tokoh hak-hak sipil itu seharusnya lebih banyak memikirkan rakyat di daerah pemilihannya dari pada mengeluh soal keterlibatan Rusia. “Saya tidak akan menghadiri pelantikan Anda karena Anda menghina John Lewis yang berarti Anda telah menghina Amerika,” ujar anggota parlemen dari New York,Yvette Clarke. (bst)