Toko Online Pahlawan Ekonomi Surabaya Diluncurkan

 

Toko Online Pahlawan Ekonomi Surabaya Diluncurkan
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri acara Pahlawan Ekonomi di Kaza City, Sabtu (31/5/2014)

Pahlawan Ekonomi (PE) Surabaya me-launching toko online. Langkah maju dilakukan ini sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan dan memperkuat jaringan pemasaran produk-produk usaha mikro kecil (UMK) di Surabaya.

Acara yang digelar di Ballroom Kaza City, Jalan Kapas Krampung, Surabaya, Sabtu (31/5/2014) dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

Wali Kota Tri Rismaharini menyatakan senang dengan perkembangan UMK PE. Pasalnya, hingga kini sudah ada beberapa usaha anggota PE yang sudah mendapat hasil. “Ini yang membanggakan. Dari dulu saya selalu yakin, asal ada kemauan pasti bisa,” katanya.

Ia lalu menyebut beberapa anggota PE yang merintis usaha dari nol. Di antaranya, seorang ibu yang mulanya bermodal satu mesin jahit, kini bisa mengembangkan usaha hingga produknya dipasarkan antarpulau. Juga ada ibu yang memiliki usaha batik yang kini sudah dipatenkan.

“Sekarang dengan adanya toko online ini tentu sangat bagus karena jangkauan pemasarannya makin luar,” tandas wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Toko online ini di-launching tepat ada Hari Jadi Kota Surabaya ke-721 yang diperingati setiap tanggal 31 Mei. Menurut Ketua SC PE Surabaya Bagus Supomo, keberdaan toko online Pahlawan Ekonomi ini sangat stretegis.Secara segmentasi pasar sangat luas. Ini disebabkan internet bisa di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga segmen pasarnya seluruh dunia,” ujar

Toko online tersebut diakses di laman www.pahlawanekonomi.com. Produk-produk yang dipasarkan dari fresh food, grocery food, dan handycraft. Selain itu, PE juga merilis portal video tutorial yang cocok buat UMKM yang ingin mengembangkan usaha. Video tersebut dapat diakses di www.pahlawanekonomi.net

Bagus lalu menjelaskan, toko online lebih hemat modal. Semisal saja untuk menyewa tempat, karyawan, administrasi, dan lain sebagainya. “Kalau toko konvensional, kita harus mencari tempat strategis. Biaya yang dikeluarkan juga relatif tidak kecil,” ujar direktur eksekutif Surabaya Hotel School (SHS) ini.

Dengan toko online, sambung Bagus, PE hanya butuh orang yang mengoperasikan website. Pun untuk jasa pengiriman banyak sekali. Seperti TIKI, JNE, dan 21 Express, dan lainnya.

Tak hanya itu, menurut Bagus, informasi yang diberikan di toko online kepada calon customer maupun customer relatif lebih global. “Banyak yang bisa kita informasikan sehingga customer akan lebih puas dengan produk dan tidak banyak bertanya-tanya tentang produk kita,” urainya.

Humas PE Surabaya Agus Wahyudi menambahkan, selain pemasaran online, sebelumnya produk-produk PE Surabaya juga telah mengisi enam gerai Carrefour di Surabaya dan Jakarta.

“Ada enam gerai Carrefour yang menjual produk-produk PE, yakni di A.Yani, Rungkut, Bubutan, Kalimas, GOCI, dan Lebak Bulus,” ujar dia.

Produk-produk tersebut dipilih setelah para kurator PE menilai produknya dianggap layak untuk dijual di Carrefour. “Produk-produk yang masuk ke Carrefour 50 item jenis barang. Produk yang masuk ke Carrefour berasal dari 19 vendor UKM,” jelas Yudi. (wh)