TNI Beri Penghargaan Tiga Menteri di Kapal Selam

TNI Beri Penghargaan Tiga Menteri di Kapal Selam
KRI Nanggala 402/bp.blogspot.com

Penghargaan sebagai warga kehormatan diberikan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kepada beberapa petinggi negara di akhir masa pemerintahan SBY-Boediono.

“Diberikan hanya kepada Panglima Armada, Panglima TNI, Kapolri dan para menteri,” kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio di Pelabuhan Peti Kemas Indah Kiyat, Merak, Kota Cilegon, Sabtu (6/9/2014).

Pemberian penghargaan warga kehormatan ini dilakukan dengan penyematan brevet Hiu Kencana kepada 3 menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Mereka adalah Mari Elka Pangestu (Kemenparekraf), Armida Salsiah Alisjahbana (Kepala Bappenas), dan Chairul Tanjung (Menko Perekonomian). Ketiganya hadir ke lokasi dengan menggunakan dua helikopter TNI AL.

Brevet Hiu Kencana mempunyai arti pengakuan terhadap profesionalisme prajurit kapal selam dalam taktik dan teknik peperangan bawah laut.

Penyematan brevet dilakukan di kedalaman 40 meter laut Selat Sunda yang didahului upacara bendera di dalam kapal selam KRI Nanggala 402. Penyematan dilakukan oleh Kasal TNI Marsetio.

“Ini lebih dalam dari sebelumnya yang hanya 30 meter,” lanjut Marsetio.

Selain upacara bendera dan penyematan brevet Hiu Kencana, ketiga menteri ini turut menyaksikan kapal selam beroperasi di bawah laut. Mereka juga ikut serta merasakan simulasi peperangan di bawah laut Selat Sunda.

TNI AL telah menganugerahkan penghargaan warga kehormatan kepada 135 pejabat negara yang dianggap telah berjasa memberikan perhatian dan perjuangannya maupun pengorbanan bagi kejayaan TNI AL. Terutama kemajuan dan pengembangan kapal selam sebagai salah satu Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista).

“Menko Perekonomian membantu dengan anggaran, karena kita sedang membangun 3 buah kapal selam di Korea Selatan. Sedangkan Bappenas merencanakan tidak hanya membangun kapal selam, tapi juga kapal atas air. Menparekraf membantu mempromosikan pada saat kegiatan Dewaruci,” tegas Marsetio. (lp6/wh)