TNI AU Ubah Strategi Pencarian Pesawat MAS

TNI AU Ubah Strategi Pencarian Pesawat MAS

 

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNUI AU) mengubah pola pencarian pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines yang hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju China.

“Kami akan menggunakan pola “jaring” dalam pencarian itu dengan melawan arah garis perairan perbatasan Indonesia-Malaysia,” kata Komandan Skuadron Udara 5 Letkol (Pnb) Bambang Sudewo di Bandara Polonia Medan, Sumatera Utara, Rabu (12/3/2014).

Pola sebelumnya menerapkan model “spiral” dengan melakukan pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) searah dengan garis batas antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

“Hasil pencarian kemarin sudah kami laporkan, baik ke media maupun resmi ke komando atas,” teran Bambang sebelum terbang memimpin pencarian tersebut.

Dengan mengubah pola pencarian tersebut, TNI-AU berharap dapat melihat atau menemukan petunjuk mengenai keberadaan pesawat MAS yang juga mengangkut sejumlah warga negara Indonesia itu.

Dalam pencarian tersebut, TNI-AU menggunakan satu pesawat jenis Boeing 737 seri 200 dimodifikasi menjadi pesawat pengamatan dan pengintaian. Adapun peralatan dalam pencarian tersebut gunakan sensor optik elektrik berupa kamera khusus mencari atau memantau benda tertentu.

Meski daerah lokasi pencarian masih di wilayah sama, tetapi konsepnya diperluas dengan metode yang agak berbeda agar mendapatkan petunjuk tentang keberadaan pesawat MAS tersebut.

Dengan menggunakan metode bervariasi tersebut, TNI-AU berharap dapat menandai bagian pesawat yang biasanya berwarna oranye cerah, termasuk isyarat lain yang dapat dideteksi.

“Kalau memang ada, Insya Allah bisa dilihat. Kalau tidak menunjukkan apa-apa, berarti itu apa adanya,” kata Bambang.

Sebelumnya, pesawat MAS MH-370 lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur menuju Beijing pada Sabtu (8/3/2014) pukul 00.41 waktu setempat dengan total 239 penumpang. Tujuh penumpang warga Indonesia tercatat atas nama Firman Siregar (25), Sugianto Lo (47), Indra Suria Tanurisam (57), Chynthya Tio Vinny (47), Willy Surijanto Wang (53), dan dua orang terdaftar dengan nama sama, yakni Ferry Indra Suadaya yang masing-masing berusia 42 dan 35 tahun. (atr/bh)