TNI AL Tambah 11 Helikopter Baru

TNI AL Tambah 11 Helikopter Baru
foto:jurnas

Kekuatan persenjataan TNI AL bakal bertambah dengan tercapainya kesepakatan pembelian 11 helikopter Airbus AS565 MBe Panther. Helikopter itu di desain secara khusus untuk menangkal serangan dari kapal selam atau antisubmarine warfare (ASW).

Helikopter TNI AL juga dilengkapi sistem senjata torpedo dan dipping sonar untuk mendeteksi kapal selam. Pembelian helikopter dilakukan pemerintah lewat kementerian pertahanan.

Keberhasilan pembelian helikopter itu diakui langsung Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio di sela-sela pameran industri pertahanan Indo Defence Expo 2014 di JIExpo, Kemayoran.

Dalam renstra pertahanan pertama, 2010-2014, katanya, guna memenuhi MEF (Minimun Essential Forces), Airbus berhasil memenangi tender penyediaan helikopter tersebut. “Semua itu dalam pembangunan dan sejalan dengan pemenuhan MEF kami,” ujar Marsetio.

Rencananya, pengiriman 11 helikopter itu akan dilakukan dalam jangka waktu tiga tahun. Airbus Helicopters dikirim ke PT Dirgantara Indonesia yang akan melakukan sejumlah penyesuaian sebelum diserahkan ke TNI AL.

KSAL mengungkapkan, juga sempat melakukan pembelian sejumlah kelengkapan peralatan persenjataan. Seperti kelengkapan perlengkapan kapal selam dan sistem combat marine, di Indo Defence Expo 2014.

KSAL pun menyambut baik kehadiran Indo Defence Expo 2014. Menurutnya, pameran industri pertahanan yang digelar tiap dua tahun sekali itu menjadi kesempatan buat industri dalam negeri untuk bisa berinteraksi dan menjalin jaringan.

Kesempatan kerja sama dan interaksi ini nantinya diharapkan makin mendorong alih teknologi antara industri pertahanan dalam negeri dan luar negeri. “Sehingga nantinya, kami tidak perlu lagi membeli produk-produk itu dari luar,” tutur Marsetio.

Pembelian baru itu akan melengkapi alutsista TNI AU yang didapatkan dari industri dalam negeri. “Seperti PT PAL yang telah memproduksi KCR (Kapal Cepat Rudal) 40 meter milik TNI AL, dan ada pula dari PT DI dan PT LEN,” tutur Marsetio.

Indo Defence Expo 2014 merupakan gelaran keenam industri pertahanan terbesar di Indonesia. Setidaknya 571 perusahaan industri dari 56 negara ikut ambil bagian dalam acara itu.

Pameran tersebut juga dihadiri delegasi setingkat menteri dan kepala staf angkatan bersenjata negara-negara sahabat.

“Namun yang paling membanggakan, ada peningkatan partisipasi BUMN. Ada sembilan BUMN 158 BUMS industri pertahanan nasional,” kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dalam sambutannya kala membuka Indo Defence Expo 2014. (rpb/wh)