TNI AL-Australia Latihan Manuver Laut

TNI AL-Australia Latihan Manuver Laut

Rangkaian latihan bersama (Latma) Cassoex dan Corpat Ausindo 2015 (Indonesia-Australia) berlanjut dengan melaksanakan latihan manuver lapangan (Manlap) yang berlangsung selama dua hari (Rabu-Kamis) di wilayah perairan laut Sawu Kupang, Jumat (12/6/2015).

Hari pertama, Rabu (10/6) Manlap Latma Cassoex dan Corpat Ausindo 2015, empat unsur kapal perang yakni KRI Tombak-629 (KRI TOK-629), KRI Hiu-634, HMAS Glenelg, HMAS Wolongong melaksanakan latihan antara lain pertukaran personel melalui darat (Personel Transfer), pengecekan jaring komunikasi (Commsceck), keluar wilayah pelabuhan (Form Departure and Photoex), Latihan pemeriksaan kapal menggunakan RHIB (Boarding Exercise), latihan isyarat bendera, latihan pengeplotan peta (Ploting Exercise), PXP Transfer menggunakan RHIB (Boat Transfer Returning), Latihan Manuver Taktis dengan gerakan (OOW Mans), latihan Publikasi (Publication Exercise), serta latihan Taktis tanpa gerakan (OOW Tacmans).

Di hari kedua, latihan bersama ini berlanjut dengan melaksanakan latihan Night Steaming in Company (NSIC), PXP Transfer menggunakan RHIB (Boat Transfering), latihan penembakan kaliber 20 mm dengan sasaran Tomato Killer oleh masing-masing kapal (Small Arms Firing), latihan Search and Rescue (SAR) di laut, latihan isyarat bendera, latihan pembekalan di laut (Light Jack Stay), latihan penyelamatan orang jatuh di laut (Man Overboard Exercise), latihan penembakan menggunakan kaliber 20 mm (Gunnex), latihan publikasi (Publication Exercise), serta latihan pembentukan tabir (Screen Exercise).

Komandan KRI Tombak-629 Letkol Laut (P) Dickry selaku Commander of Task Group (CTG) yang juga membawahi  unsur-unsur RAN memimpin pelaksanaan latihan manuver lapangan dari anjungan KRI TOK-629. Komandan KRI Tombak menyampaikan bahwa latihan kali ini dilaksanakan dengan lebih kompleks sehingga memerlukan koordinasi dan perencanaan yang tinggi dan presisi. “Sebagai contoh, penggunaan unsur udara MPA CN-235 dan P-861 dalam latihan SAR di Lantamal, dengan melaksanakan prosedur dan manuver yang tepat sesuai dengan MTP dan MXP, korban dapat diselamatkan dengan cepat,” katanya. (wh)