Tingkatkan Rasio Elektrifikasi, PLN Gelar Multi Stakeholder Forum

Tingkatkan Rasio Elektrifikasi, PLN Gelar Multi Stakeholder Forum

PT PLN Distribusi Jatim menggelar acara Multi Stakeholder Forum (MSF) di Dyandra Convention Hall, Rabu (26/7/2017).

Untuk meningkatkan angka rasio elektrifikasi, PT PLN Distribusi Jatim secara aktif membangun kerekatan antarstakeholder. Ini dengan menggelar acara Multi Stakeholder Forum (MSF) di Dyandra Convention Hall, Rabu (26/7/2017).

Deputy Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo, menjelaskan acara tersebut digelar sebagai upaya untuk mendistribusikan sejumlah informasi di antaranya adalah pengembangan pembangunan infrastruktur kelistrikan dan pelayanan kelistrikan terkini di Jawa Timur.

Melalui aktivitas MSF ini, sambung Pinto, pihaknya sangat berharap seluruh stakeholder yag ada di Jawa Timur dapat memperhatikan isu kelistrikan terkini. Sehingga kedepan pemangku kebijakan dapat mengetahui dan memahami persoalan persoalan dalam penyedian listrik kepada masyarakat secara luas secara lebih luas akurat dan proposional.

“Melalui forum ini PT PLN Distribusi Jawa Timur dapat mengetahui keinginan atau aspirasi dari masyarakat selaku konsumen listrik. Lantas, aspirasi tersebut ke depan dapat PLN wujudkan dengan melakukan berbagai program dan terobosan untuk meningkatkan pelayanan untuk meningkatkan angka rasio elektrifikasi Jawa Timur yang hingga kini telah menyentuh 91 persen lebih,” tegasnya.

Selain itu, kata dia, acara tersebut digelar juga untuk mengembangkan kemitraan yang lebih positif sekaligus kerekatan hubungan antara PLN dengan pemangku kepentingan sehingga terwujud keterlibatan aktif stakeholder didalam pengembangan infrastruktur kelistrikan untuk dapat meningkatkan angka rasio Elektrifikasi di Jawa Timur.

Ditegaskan Pinto, rasio elektrifikasi yang menjadi isu strategis dalam pengembangan suatu daerah. Jika dikaitkan dengan perluasan dan pengembangan infrastruktur kelistrikan dibeberapa daerah yang ada di Jawa Timur, PLN memiliki tantangan, terlebih untuk permasalahan geografis.

“Kesulitan kami dalam hal rute pengiriman alat-alat yang rata-rata beratnya mencapai 1 ton lebih. Sedangkan, banyak daerah yang ada di Jawa Timur yang sangat sulit diakses. Kesulitan itu kebanyakan adalah permasalahan infrastruktur,” kupas dia detail.

Terkait program jangka pendek rasio elektrifikasi, PT PLN Distribusi Jawa Timur tahun ini bakal fokus pada 25 desa di kepulauan Madura yang teletak di Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.

“Perlu kami laporkan juga, untuk saat ini dikedua kabupaten tersebut kami masih dalam progres realisasi pembangunan secara bertahap sesuai roadmap sampai dengan tahun 2019 menuju 100 persen desa berlistrik,” tegas dia mengakhiri.

Dalam MSF dihadiri Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dan GM PLN Distribusi Jawa Timur Dwi Kusnanto, Hani Yulianto dari Tranparency International Indonesia. (wh)