Tingkatkan Kualitas, 20 Guru Surabaya Dikirim ke Korsel

 

Tingkatkan Kualitas, 20 Guru Surabaya Dikirim ke Korsel

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Pemerintah Kota Surabaya mengirim 20 guru ke Korea Selatan.  Hal itu diungkapkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat menerima kunjungan dari Vice Director Dong-Eui University, Youngmi Jung di Balai Kota, Kamis (17/7/2014).

Dikatakan Risma, kerjasama sister city antara Surabaya dengan Busan, Korea telah mengerucut ke sektor kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Bahkan, kerjasama yang terjalin tidak hanya antara pemerintah dengan pemerintah, namun juga antarsekolah dan perguruan tinggi.

“Korsel merupakan negara yang paling pas dijadikan kiblat untuk belajartentang kemajuan sektor pendidikan. Itu karena meskipun telah maju disegala bidang, Korsel tetap melestarikan budaya lokal. Sehingga manusianyatidak menjadi seperti robot yang didikte oleh kemajuan teknologi,” ujarnya

Risma lalu mengatakan, nantinya kerjasama pengiriman guru dan siswa Surabaya ke Busan akan dilakukan setiap tahun. Ha itu untuk untuk mengejar ketertinggalan Surabaya di bidang pendidikan.

“Harus diakui, bahwa Busan memang lebih maju ketimbang Surabaya. Dalam kegiatan belajar-mengajarnya, para siswa sudah dikenalkan denganpemanfaatan teknologi informasi sejak usia dini. Tak heran jika Korselkini menjelma menjadi raksasa produsen alat-alat elektronik terkemuka didunia,” bebernya.

Di samping itu, konsep pembelajaran di sekolah-sekolah negeri Ginsengsudah mengarah pada dunia usaha. Jadi, para pelajar di Korsel sudah akrabdengan iklim wirausaha sejak di bangku sekolah dasar. Ketika lulus merekasemua sudah siap.

“Hal itulah yang ingin kami terapkan secara optimal di Surabaya. Dengankualitas SDM yang mumpuni, kami yakin bisa bersaing dengan negara-negaralain. Hanya itu cara bagi bangsa ini bisa maju dan lebih baik,” katawalikota perempuan pertama yang dimiliki Surabaya tersebut.

Lebih lanjut, pekan depan sekitar 20 guru akan diberangkatkan ke Busanuntuk menimba ilmu di Dong-Eui University. Dalam setahun ini PemkotSurabaya juga mengagendakan pelatihan di Busan untuk 70 tenaga pendidikmeliputi guru SMP, SMA atau SMK serta beberapa kepala sekolah.

“Pemberangkatannya kemungkinan akan dibagi dalam tiga gelombang,” tambah Kabag Kerjasama Pemkot Surabaya, Ifron Hady Susanto.Ifron merincikan, selama di Busan guru-guru tersebut juga akan diajakberkunjung ke pasar-pasar, pusat kesenian dan olahraga. Hal itu bertujuanagar delegasi pendidikan Surabaya mendapat informasi yang menyeluruhtentang kemajuan suatu bangsa dari sudut pandang SDM.

“Para guru diwajibkan menggunakan sarana transportasi publik sepertikereta, bus dan subway. Harapannya agar mereka bisa menyampaikanpentingnya pemanfaatan transportasi publik kepada para siswanya,” sambungdia. (wh)