Tingkatkan Kesejahteraan Lansia, Tambah 680 Posyandu di Surabaya

Tingkatkan Kesejahteraan Lansia, Tambah 680 Posyandu di Surabaya
drg Febria Rachmanita, foto: arya wiraraja/enciety.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperhatikan nasib warga masyarakat lanjut usia (lansia) dengan menambah posyandu setiap tahunnya.

Dari data yang ada, di tahun 2014 lalu, tercatat ada 54. 407 lansia yang ditangani oleh 570 posyandu lansia. Dan kini, Pemkot Surabaya melalui dinas kesehatan menambah posyandu lansia menjadi 680 tempat.

“Kini ada 680 posyandu lansia yang siap memberikan pendampingan bagi masyarakat yang telah lanjut usianya. Bertambah dari tahun kemarin,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, drg Febria Rachmanita.

Di dalam posyandu ini, warga lansia bisa memeriksakan kesehatan secara gratis. Pemeriksaan meliputi mulai dari gula darah dan kolesterol. Juga ada pendampingan berobat selama 6 bulan bila diketahui ada lansia yang sedang sakit.

Selain itu, untuk meningkatkan kesehatan warga lansia, pihak dinas kesehatan juga mengadakan pemberian makanan tambahan (PMT). Menurut dia, warga lansia menjadi perhatian khusus karena mereka berisiko tinggi terhadap masalah kesehatan.

Masyarakat lansia memerlukan gizi dan tambahan makanan guna mempertahankan kondisi tubuhnya. Juga memberikan pengertian dan mengubah perilaku kepada keluarga yang memiliki warga lanjut usia untuk memperhatikan asupan makanan yang penuh gizi.

Sedangkan untuk anggaran kesehatan sendiri, terang Febria, juga mengalami kenaikan dari tahun 2015 yang mencapai 10 persen dari total Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Surabaya.

“Tahun 2016 dari anggaran kesehatan 214 ribu lansia, hingga kini masih ada sisa kuota 80 ribu. Kuota ini untuk daftar ke BPJS atau JKN. Data ini akan terus berkembang dan kami akan bantu agar masyarakat mendapatkannya,” ujarnya. (wh)