Tim Sapuangin Pamerkan Dua Trofi Juara ke Dubes RI di Singapura

Tim Sapuangin Pamerkan Dua Trofi Juara ke Dubes RI di Singapura

Tim Sapuangin bertemu Duta Besar RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya. foto:ist

Euforia kemenangan di Shell Eco Marathon (SEM) Asia dan Drivers’ World Championship (DWC) Asia 2018 masih terus dirasakan Tim Sapuangin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kebahagiaan itu pun mereka bagikan dengan berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia RI untuk Singapura, Senin (12/3/2018).

Mereka disambut Duta Besar RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya. Tim Sapuangin pun sempat memamerkan dua trofi yang berhasil mereka peroleh di dua ajang bergengsi tingkat Asia tersebut.

Melihat keberhasilan para mahasiswa Indonesia ini, Dubes yang biasa disapa Gede ini mengungkapkan kebanggaannya. “Saya benar-benar bangga karena kalian mampu mengharumkan nama Indonesia dengan prestasi-prestasi yang mengagumkan seperti ini,” tuturnya sambil memegangi kedua trofi tersebut.

Keberhasilan ini, menurut Gede, juga untuk menepis stigma buruk tentang anak muda Indonesia di masyarakat luas. “Dengan prestasi seperti ini bisa menunjukkan bahwa anak muda Indonesia itu tidak alay dan preman, tapi mampu berprestasi membanggakan,” cetusnya.

Ia berharap agar prestasi mahasiswa ITS, termasuk tim Sapuangin, akan terus bertambah dan semakin meningkat ke depannya. Sehingga bisa membawa nama Indonesia semakin dikenal dunia karena prestasinya.

Pada kesempatan ini, Gede juga berpesan agar mahasiswa Indonesia bisa terus berinovasi. “Kita harus bisa menyesuaikan kebutuhan jaman dengan teknologi yang kita kembangkan,” ujarnya mengingatkan.

Menanggapi hal tersebut, Ir Witantyo MEngSc selaku dosen pembina Tim Sapuangin juga menceritakan prestasi-prestasi lain yang telah dicetak tim binaannya tersebut.

“Kami akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia, kami juga mohon doa dan dukungannya agar berhasil juara di London nanti ,” tutur dosen Teknik Mesin ini memohon restu. (wh)

Marketing Analysis 2018