Tiga Kebutuhan yang Wajib Diajarkan pada Anak

Tiga Kebutuhan yang Wajib Diajarkan pada Anak
Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult dan Dosen Statistik ITS Surabaya.

Perkembangan teknologi di Indonesia harus diajarkan kepada setiap masyarakat tanpa terkecuali. Sejak kecil atau usia masuk sekolah, sebaiknya anak-anak dikenalkan teknologi

Hal itu ditegaskan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (29/5/2015).

“Jangan sampai murid sekolah bahkan mahasiswa jadi gagap teknologi atau gaptek. Guru atau dosen bisa mengajarkan melalui teknologi internet melalui tablet untuk dapat mengetahui perkembangan dunia pendidikan,” ujar dia.

Menurut dosen statistika ITS Surabaya ini, pendidikan di Indonesia harus lebih banyak mengenalkan edukasi. Pendidik saat mengajar jangan hanya banyak omong. Ia khawatir, guru dan dosen sebagai tenaga pendidik banyak yang tidak update perkembangan dunia. “Harus ada revolusi pendidikan,” cetusnya.

Seorang manusia harus dipandu sejak masih anak-anak agar di masa mendatang dapat lebih baik. Sejak kecil, manusia harus dikenalkan dengan namanya investasi. Bila mengenal investasi diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian tanpa bergantung dengan yang lainnya.

Setiap individu harus menyadari masa depan mereka sendiri. Di Indonesia, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hanya ada 12 persen masyarakat yang sadar pentingnya berinvestasi.

“Kini bayaran setiap pegawai Rp 3 juta. Namun belum sampai 1 persen yang memasukkannya untuk investasi finansial,” ujar Kresnayana.

Selain sisi tekhnologi dan mengenalkan investasi, Kresnayana juga berpesan agar orang tua juga mengajarkan kepada anak-anaknya lebih mengenal kepada agama.

“Spiritual harus dikenalkan sejak anak-anak berumur 7 sampai 12 tahun agar tidak kosong. Juga orang tua tidak kerepotan kalau anaknya sudah berumur 17 tahun,” pungkas dia. (wh)