Tiga Hal yang Harus Dicermati dari Industri Pupuk

Tiga Hal yang Harus Dicermati dari Industri Pupuk
Para Staf PT. Petrokimia Gresik, Adek Kerta Laksana (General Manager Pemasaran PT. Petrokimia Gresik) dan Kresnayana Yahya (Chairperson Enciety Business Consult) dalam Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (15/1/2016). foto: arya wiraraja/enciety.co

General Manager Pemasaran PT. Petrokimia Gresik, Adek Kerta Laksana, mengatakan volume ketersediaan pupuk yang ada saat ini telah ditentukan oleh pemerintah. Hal tersebut merupakan sebuah kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihaknya.

“Jumlah produksi pupuk saat ini telah mencukupi seluruh kebutuhan yang diminta oleh pemerintah. Namun, yang menjadi permasalahan saat ini adalah alokasi yang telah ditetapkan pemerintah terkadang tidak berbanding lurus dengan kebutuhan pupuk bersubsidi yang ada di lapangan,” ulas dia dalam acara Perspective Dialogue bertajuk “Peran Pupuk dalam Peningkatan Produktivitas Pertanian dan Tantangan Pengadaan Pupuk 2016” di Radio Suara Surabaya, Jumat (15/1/2016).

Kata dia, ada tiga hal yang harus dicermati ketika kita berbicara akan perkembangan industri pupuk. Pertama, pabrik pupuk harus dapat berkembang dalam mempertahan kualitas dan volume produksinya.

Kedua, petani sebagai konsumen pupuk harus dapat berkembang dan mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas serta mampu mempertahankan kuantitasnya.

“Yang ketiga, bagaimana pemerintah sedikit demi sedikit mampu mengurangi subsidi pupuk saban tahunnya,” tandas dia.

Seentara, Chaiperson Enciety Business Consul Kresnayana Yahya mengatakan, pupuk merupakan salah satu elemen penting dalam kegiatan bercocok tanam. Keberadaannya sekarang masih belum dapat tergantikan dengan keberadaan pupuk organik. Hal ini dikarenakan kandungan c organik dalam tanah kita saat ini semakin turun dari yang idealnya mencapai lima persen.

“Kita sangat membutuhkan pupuk sebagai zat yang dapat membantu tanaman dalam menyerap zat hara yang ada dalam tanah,” terang Kresnayana.

Saat ini, pupuk yang dipakai untuk kegiatan pertanian adalah pupuk yang telah disubsidi pemerintah. Harga pupuk saat ini sangat jauh di bawah harga pokok produksi pertanian yang dikeluarkan oleh petani. Kurang lebih 50 persen dari total produksi.

“Terkadang, petani kurang efektif dan efisien dalam menggunakannya. Hal ini membuat potensi para petani untuk memilih menjual kelebihan pupuk yang dia punya dengan harga non subsidi,” tegas doses statistika ITS Surabaya itu.(wh)